Pertama di Indonesia, PLTBN Suge Targetkan Beroperasi Pada April 2020

by -
Pembangkit Listrik Berbahan Bakar Nabati di Suge, Belitung

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – April 2020, Pembangkit Listrik Berbahan Bakar Nabati (PLTBN) yang berkapasitas 5 mega watt akan mulai dioperasikan. Demikian dikatakan, Direkrur PT. Belitung Mandiri, M Azrul Azwar, kepada belitongekspres.co.id, baru-baru ini.

Lebih lanjut dikatakannya, dalam hal ini, PT. Belitung Mandiri sebagai pihak yang mengoperasikan pembangkit listrik tersebut dan PLN sebagai buyer (pembeli).

“Jadi nanti, kita mensuplai ke PLN, dan PLN yang menyalurkan listrik 5 mega watt itu ke masyarakat,” kata Direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Belitung.

Selain itu, kata Aju, sapaan akrab Azrul Azwar, saat ini fokus di tahun 2019 ini. Sementara untuk pengoperasiannya masih memerlukan beberapa kesiapan-kesiapan yang matang. Sehingga, pada tahun 2020, BUMD ini berada diposisi yang siap untuk pengoperasian PLTBN.

Saat ini, lanjutnya, ada permasalahan yang belum terpecahkan berkenaan dengan harga Crude Palm Oil (CPO) yang masih dirasakan cukup tinggi untuk dijadikan sumber energi atau bahan bakar PLTBN.

Sedangkan untuk pembangunannya sudah selesai dan sudah dihibahkan pemerintah pusat.

“Seluruh PKS (Pabrik Kelapa Sawit) yang ada di Belitung ini tidak memproduksi spesifikasi dari CPO yang akan dipakai PLTBN. Yang diproduksi oleh PKS ini CPO berstandar tinggi untuk makanan. Makanya, harganya juga berstandar dari Rp6.200 hingga Rp6.500. Sebetulnya PLTBN ini tidak membutuhkan CPO tinggi, tapi hanya menggunakan spek menengah ke bawah dengan tingkat keasaman FFA 12 ke atas. Cuma persoalannya, semua PKS yang ada di Belitung ini tidak memproduksi spek itu,” jelasnya.

Menurut Aju, Persoalan seperti itulah yang harus disiapkan dengan matang agar menemukan ekonomi ketika PLTBN dioperasikan.

“Kalau PLTBN dioperasikan dengan tingkat CPO yang tinggi tadi memang bagus, namun untung ruginya nanti akan jadi persoalan. Namun, kita menargetkan April 2020 itu sudah dioperasikan oleh PT. Belitung Mandiri. Nanti akan dibuat kontrak jual beli listrik (KJBL) dengan PLN,” ujarnya.

Ia berharap, dengan adanya PLTBN, bisa sebagai unit bisnis yang dapat menjadi kontributor yang signifikan bagi pendapatan perusahaan.

“Kalau ini terlaksana, PLTBN di Belitung ini akan menjadi yang pertama di Indonesia,” tukasnya.

Editor: Subrata
Reporter: Faizal