Pertamina Diminta Tambah Alokasi Elpiji Besubsidi

by -

PANGKALPINANG – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bangka Belitung (Babel) meminta Perseroan Terbatas Pertamina menambah alokasi elpiji tiga kilogram untuk masyarakat guna mencegah kelangkaan.
“Saat ini permintaan elpiji bersubsidi mengalami peningkatan yang cukup tajam, karena pengguna elpiji 12 kilogram beralih menggunakan elpiji bersubsidi tersebut,” kata Kepala Disperindag Babel, Yuriswan, Rabu (4/3).
Ia mengatakan semenjak harga isi ulang elpiji 12 kilogram mengalami kenaikan menyebabkan masyarakat berbondong-bondong beralih menggunakan gas bersubsidi karena harganya lebih murah.
“Saat ini, ibu rumah tangga, pedagang makanan dan usaha lainnya beralih menggunakan gas bersubsidi ini, sehingga ketersediaan gas tersebut kurang,” ujarnya.
Berdasarkan pantauan petugas di lapangan, kata dia, saat ini harga isi ulang gas bersubsidi ini cukup bervariasi mulai Rp17 ribu hingga Rp20 ribu per tabung dari harga normal Rp16 ribu per tabung.
Menurut dia, harga elpiji bersubsidi bervariasi ini membuktikan stok gas di masyarakat kurang, sehingga perlu penambahan alokasi distribusi tabung elpiji bersubsidi ini ke masyarakat.
“Kami juga berharap dinas pertambangan dan energi juga mengajukan penambahan pasokan tabung elpiji ini kepada masyarakat, sehingga tidak ada lagi alasan pedagang pengecer untuk menaikan gas bersubsidi ini,” ujarnya.
Selama ini, kata dia, alasan pedagang menaikkan harga gas karena pasokan dari agen kurang dan tidak sebanding dengan pasokan gas yang kurang.
“Kami berharap pihak pertamina menambah pasokan gas bersubsidi agar masyarakat mudah mendapatkan gas bersubsidi ini,” tandasnya. (ant/rb)