Pertamina Sidak Penimbunan LPG di Belitung, PT BP: Hanya Nitip di Gudang Afa

by -
Pertamina Sidak Penimbunan LPG, PT BP: Hanya Nitip di Gudang Afa
LPG 3 Kg milik PT Belitung Petrosindo dibawa ke gudang agen yang ada di Desa Perawas.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – PT Pertamina melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap dugaan penimbunan LPG subsidi 3 Kg di salah satu gudang kawasan Jalan Gatot Subroto, Tanjungpandan, Sabtu (13/2) akhir pekan lalu.

Benar saja, dalam sidak yang dipimpin Sales Brand Manager (SBM) IV Sumsel Babel Mohammad Agung, ditemukan ribuan tabung LPG di dalam Gudang milik Afa. Namun saat wartawan hendak mengambil gambar, dilarang oleh istri sang pemilik gudang.

Setelah mengetahui adanya barang tersebut, pihak Pertamina meminta kepada pemilik gudang untuk membawa ribuan tabung LPG ke tempat agen. Hingga akhirnya, Gas Melon itu dibawa ke gudang agen yang berada di kawasan Perawas, Tanjungpandan.

“Kami lakukan sidak, karena ini merupakan tanggungjawab kami sebagai mitra kami penyaluran Elpiji kepada masyarakat,” kata Agung kepada wartawan. Pria yang akrab disapa Agung menjelaskan LPG 3 Kg yang ada di Gudang Afa adalah milik PT Belitong Petrosindo. Sekarang LPG sudah berada di gudang agen kawasan Perawas.

Agung menjelaskan, sidak ini berawal dari laporan masyarakat. Yakni mereka melihat adanya truk mengakut LPG masuk ke gudang Afa beberapa hari lalu. “Tadi pagi, kita cek ternyata benar. Lalu kita meminta kepada pemilik gudang segera dikirim ke agen. Pemilik gudang (Afa) statusnya merupakan pemilik pangkalan (Mitra Agen),” jelasnya.

Selain itu, Agung mengungkapkan seharusnya ribuan LPG itu langsung dibawa ke gudang agen setelah tiba di Kabupaten Belitung. Bukan di tempat milik gudang pangkalan. “Untuk proses, awalnya pihak agen dari Belitung membawa ribuan gas kosong ke Bangka dengan menggunakan kapal. Setiba di Pangkalpinang gas kosong ini diisi di SPBE,” ungkapnya

Setelah ribuan LPG 3 Kg terisi, langsung dibawa ke pelabuhan untuk dikirim ke Belitung. Setiba di Tanjungpandan, yang berhak untuk mengambil elpiji adalah agen. “Setelah itu dibolehkan dibawa dan disimpan ke gudang agen, sebelum didistribusikan ke masyarakat. Untuk menjual tidak boleh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET),” jelasnya.

Mengenai sanksi atau tindakan yang akan dilakukan Pertamina setelah ada hal ini, mereka masih mempelajari terlebih dahulu. Seperti perjanjian antara kedua belah pihak. “Kita masih belum bisa berkomentar banyak. Jika terbukti bersalah, kita akan memberikan teguran,” pungkasnya.

Sementara itu, Manager Operasional PT Belitung Petrosindo Tria Yunardi membantah adanya dugaan penimbunan LPG 3 Kg di gudang Afa. Menurutnya, gas tersebut dititipkan ke Afa sebelum disebar lantaran kondisi yang tidak memungkinkan.

Tria menjelaskan, pada tanggal 4 Februari 2021 lalu, kapal motor Riski Nani yang disewa PT Belitung Petrosindo (BP) berlayar dari Bangka menuju Tanjungpandan dengan membawa ribuan tabung LPG 3 Kg.

Setiba di perairan kawasan Lubuk Bangka, kapal yang membawa sempat ribuan LPG 3 Kg mengalami kebocoran. Hingga akhirnya sebagian elpiji tersebut dibuang ke laut untuk mengurangi beban muatan. “Sekitar ribuan tabung kita buang dilaut untuk meringankan beban muatan. Meskipun dalam hal ini menjadi kerugian perusahaan,” terangnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, setelah beberapa hari di Perairan Bangka Belitung, akhirnya kapal pengangkut LPG 3 Kg itu tiba di Belitung tanggal 10 Februari 2021. Kemudian PT BP telah langsung melakukan penyaluran.

Diantaranya mensuplay 1682 tabung pada tanggal 11 Februari 2021 dan 3170 tabung pada tanggal 12 Februari 2021. Bahkan data tersebut sudah dilaporkan langsung ke M Agung Fahrizal (SBM Pertamina Belitung).

Selanjutnya, pada tanggal 12 Februari, sekitar pukul 23.30 WIB, perusahaan menitipkan LPG sebanyak 1 LO (560 tabung) ke supir yang ada di Pilang. Sedangkan 3 LO (1680) ke Tempat Afa. Hal itu dilakukan, karena kapal yang disewa akan melakukan perbaikan, akibat kerusakan.

“Kita tidak langsung kirim ke tempat penyimpanan agen di Perawas lantaran saat itu kondisi sudah malam. Serta saat itu kendaraan hanya satu truk. Makanya kita bawa ke Afa dan Pilang. Bahkan kita sudah laporkan M Agung Fahrizal (SBM Pertamina Belitung terkait pengosongan kapal dan penitipan tabung tersebut,” tukasnya.

Rencana, ribuan LPG yang sudah dititipkan ke rumah sopir di Pilang dan Tempat Afa yang ada di jalan baru akan dikirimkan ke gudang agen Sabtu (13/2). Namun, pihak Pertamina sudah melakukan sidak terlebih dahulu.

“Rencana hari ini kita lakukan penghitungan berapa jumlah tabung yang dibuang di laut selama perjalanan. Tapi sudah disidak terlebih dahulu. Intinya kami membantah adanya dugaan penimbunan gas elpiji,” tegasnya lagi.

“Malah kami melakukan suplay langsung ke pangkalan untuk menjaga penyaluran ke masyarakat, agar tetap aman meski pihak pertamina meminta agar kami melakukan suplay 2 LO per hari” pungkas pria yang akrab disapa Tri. (kin)