Perusahaan Dinilai Tak Bertanggungjawab

by -

*Ratusan Calon Pekerja PT GPL “Serbu” Dinsosnaker

PANGKALPINANG – Kantor Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Pangkalpinang mendadak ramai, Jumat (4/12) kemarin. Pasalnya, gedung yang berdekatan dengan Kampus Pertiba Pangkalpinang ini “diserbu” ratusan calon pekerja PT Gunung Permai Lestari (GPL).

Kedatangan ratusan calon pekerja sekitar pukul 08.30 Wib ini pun sempat membuat Kepala Dinsosnaker Pangkalpinang, Mikron Antariksa beserta staf bingung. Rupanya kedatangan mereka bukan untuk demo, namun melainkan salah alamat.

Kepada Babel Pos, salah seorang calon pekerja PT GPL yang enggan namanya disebutkan mengakui bahwa kedatangan mereka bukan untuk mengadu atau pun demo. Namun kedatangannya untuk mencari kepastian terhadap tempat tes seleksi diperusahaan tersebut yang berada di Desa Tuing Kabupaten Bangka.

“Ya infonya katanya tesnya ada disini (dinsosnaker-red). Makanya kita datang kesini,” ujar wanita berkulit hitam ini.

Dikatakannya, sebelumnya ia bersama ratusan calon pekerja lainnya sudah mengikuti tes seleksi pertama yang di Balai Latihan Kerja Industri Provinsi Babel. Namun dites kedua ini, katanya, pihaknya tidak mendapatkan informasi jelas dari pihak perusahaan yang bergerak dibidang perkebunan sawit itu.

“Jadi karena kita nggak dapat informasi apa-apa dari perusahaan, ya terpaksa kita ke dinsosnaker kota. Karena informasi dari disnaker provinsi juga begitu, katanya tesnya di Pangkalpinang,” katanya.

Sementara itu, Mikron kepada harian ini mengaku bingung. Sebab pihaknya tidak pernah bekerjasama dengan PT GPL dalam perekrutan tenaga kerja.

“Ya bingung lah kita, tiba-tiba ratusan calon pekerja mendatangi kantor kita. Berarti kan ini informasi simpang siur. Apalagi masalah perekrutan pekerja ini bukan ranahnya disnaker provinsi atau kota, tapi disnaker setempat,” tegas Mikron.

Menurut Mikron, mestinya pihak perusahaan memberikan kepastian informasi bukan malah membuat calon pekerja bingung. Selain itu, katanya, seharusnya pihak perusahaan juga harus bekerjasama dengan disnaker setempat.

“Makanya melihat kondisi ini saya langsung menghubungi pihak provinsi, katanya memang terjadi mis komunikasi,” katanya.

Sementara Staf Disnakertrans Provinsi Babel, Jaka Ranto yang hadir saat itu juga mengakui bahwa pihaknya juga tidak mendapatkan informasi tentang seleksi tersebut. Sebab pihaknya, katanya, tidak diberitahukan oleh pihak perusahaan.

“Awal seleksi memang kita menyediakan tempat di BLKI. Tapi untuk tes kedua, kita nggak ada koordinasi lagi. Makanya kita juga kecewa terhadap pihak perusahaan,” tegas Jaka.

Menurut Jaka, mestinya dalam setiap perekrutan pekerja setiap perusahaan haruslah memberikan informasi terkait lowongan kerja tersebut terlebih terhadap kelanjutan tes.

“Kalau kondisinya begini jelas kami kecewa pihak perusahaan tak bertanggungjawab. Sebenarnya disini saya tidak berwewenang untuk menjawab, jadi silahkan konfirmasi lebih lanjut Kepala Disnakertrans Babel,” imbuhnya.

Namun setelah akhirnya digelar diskusi, akhirnya tempat pelaksanaan tes seleksi rupanya digelar di Hotel Jati Wisata. Mengetahui informasi ini, ratusan calon pekerja pun langsung mendatangi lokasi. Namun sayangnya, pihak perusahaan ketika dikonfirmasi tentang kesimpangsiuran tes tersebut memilih enggan berkomentar.(pas)