Peserta Berikrar Pertahankan dan Amalkan Pancasila

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

//Upacara Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2015

foto A.Suasana Upacar Hari Kesaktian Pancasila

UPACARA: Suasana Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Halaman Kantor Bupati Beltim, Rabu (1/10) kemarin. Bertindak sebagai inspektur upacara Pj Bupati Beltim H Hardi

banner 1200x200

‎MANGGAR-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung Timur (Beltim) menggelar upacara dalam rangka peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2015. Upacara berlangsung di Halaman Kantor Bupati Beltim Komplek Perkantoran Terpadu Manggarawan Manggar, Rabu (1/10) kemarin.

 

Penjabat (Pj) Bupati Beltim, HM. Hardi menjadi Inspektur dalam upacara Hari Kesaktian Pancasila, yang tema Kerja Keras dan Gotong Royong Melaksanakan Pancasila tersebut.
Upacara gabungan antara Pemkab Beltim dan Polres Beltim ini dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Beltim Tom Haryono Harun, Kapolres Beltim AKBP. Nugrah Trihadi S.ik, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkominda), Pimpinan SKPD di lingkup Pemkab Beltim serta perwira Polres Beltim.

Baca Juga:  Bupati Punya Hak Prerogatif Tunjuk JPT

 

Para peserta upacara terdiri dari pegawai Pemkab Beltim, anggota Polres Beltim, Koramil Manggar, Satpol PP Beltim, serta perwakilan pelajar di tingkat SLTA dan SMP.
Dalam upacara yang berlangsung selama 30 menit ini, Pj Bupati Hardi hanya membacakan teks Pancasila. Namun, pada akhir upacara puncak peringatan Hari Kesaktian Pancasila ditutup dengan pembacaan Ikrar Kesetiaan pada Pancasila.

 

Ikrar ini merupakan pernyataan Bangsa Indonesia untuk mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Naskah Ikrar ditandatangani oleh Ketua DPR RI,  Setya Noviyanto dan dibacakan oleh Ketua DPRD Beltim Tom Haryono Harun.
Ditemui seusai upacara, Pj Bupati Beltim Hardi memaknai Pancasila sebagai pemersatu bangsa, pedoman bermasyarakat, dan motivasi sakral.

Baca Juga:  SPBU Perawas 'Bebas' Ngisi BBM Pakai Drum?

 

“Makna Pancasila bagi kita semua, adalah sebagai pemersatu bagi seluruh Bangsa Indonesia. Sebagai pedoman kehidupan kita bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dan juga motivasi sakral bagi kita yang mengisi serta melanjutkan pembangunan ini” ungkap Hardi.
Ia menanggap Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan harga mati.

 

“NKRI dan pancasila harga mati. Produk lelurhur yang menginisiasikan supaya kita hidup rukun dengan berbagai agama, suku dan ras. Percaya kepada Allah, Tuhan yang maha esa. Sebagai wujud nasionalisme yang mengidolakan suatu pedoman yang sakral,” tutupnya. (feb)

 

Tags:
author

Author: