Pesona Jalur Rempah di Beltim Diawali Heritage Trail

OYO 399 Kelayang Beach Hotel
Evi Nardi

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Beltim, Evi Nardi.

200 Peserta Komunitas Ontel Ambil Bagian

belitogekspres.co.id, MANGGAR – Sekitar 200 peserta yang terdiri dari Komunitas Ontel Indonesia Beltim turut memeriahkan rangkaian pesona jalur rempah nusantara yang ditandai dengan Heritage Trail di kawasan sejarah Bukit Samak. Bergabung pula, para Kepala OPD, pegawai, pramuka, pelajar dan masyarakat sekitar.

Heritage Trail dimulai dari kawasan wisata Kulong Minyak Desa Lalang, peserta melalui tiga titik perhentian yakni SMK Stania Manggar, Bukit Samak (A1), dan berakhir di Guest House (A2). Banyaknya tanjakan menuju titik-titik perhentian, membuat beberapa peserta memilih berjalan kaki sambil mendorong sepeda.

“Dalam Heritage Trail kami mengenalkan kepada para peserta warisan budaya dari jaman belanda sampai dengan zaman timah,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Beltim, Evi Nardi, Senin (26/8).

Dipilihnya SMK stania Manggar sebagai titik perhentian pertama, menurut Evi, karena sekolah tersebut merupakan sekolah bersejarah yang didirikan pada tahun 1928 oleh H.AS Hanandjoeddin yang tokoh pahlawan asal pulau Belitung. Dimana dulu, Hanandjoeddin mengunakan sepeda ontel dari rumahnya yang berada di Sungai Samak, Tanjungpandan untuk mengajar anak didiknya Manggar .

Baca Juga:  Dukungan Calon Independen Harus Cantumkan Pekerjaan

“Diceritakan oleh kepala sekolah SMK Stania, Yogiantoro tadi saat tiba di stop poin. Dari awal didirikannya SMK Stania sudah memiliki dua jurusan listrik dan jurusan mesin, hingga sekarang masih dipertahankan,” ungkap Evi.

Titik perhentian selanjutnya adalah Bukit Samak (A1) yang merupakan lokasi paling strategis bagi peserta untuk menyaksikan pemandangan lautan sebelah timur. Disanalah diceritakan sejarah maritim dan jalur rempah di pulau Belitung.

“Jadi dikenalkan sejarah maritim Beltim yang mana juga termasuk jalur ALKI 1, yang mana pada saat itu pelayaran Beltim berasal dari arah Timur. Selain itu juga untuk menginformasikan bagian lautan bagian timur tersebut, juga merupakan lokasi kawasan konservasi perairan Memperang berdasarkan Menteri Kelautan Perikanan nomor 52 tahun 2017,” ujar Evi.

Baca Juga:  Korban Motor Terbakar Akhirnya Hembuskan Nafas

Terakhir, peserta menuju titik perhentian Guest House (A2) yang menampilkan warisan gedung tua berarsitektur khas kolonial Belanda. Saat ini, Guest House yang pernah menjadi rumah dinas Bupati Beltim tersebut dalam proses pengusulan tim ahli Cagar Budaya.

“Finish pada point ke-3 di Guest House atau A2, yang mana terdapat bangunan jaman belanda dulu. Bangunan tersebut sempat ditempati oleh Kawilasi produsi PT Timah Manggar pada masanya,” ujar Evi.

Evi juga menyampaikan dulunya didepan Guest House juga terdapat lapangan golf yang digunakan oleh petinggi PT Timah untuk berolahraga. Lokasinya yang cukup tinggi juga menjadikan Guest House sebagai pusat pemantauan gerhana matahari total tahun 2016 lalu.

“Tak jauh dari sini juga terdapat pantai Teropong. Dulunya juga digunakan untuk lokasi pemantau keluar masuknya perahu ke Belitung Timur sekaligus merupakan titik nol kilometer Kabupaten Beltim,” ulasnya. (msi)

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply