Petani Akan Direkomendasi Beli BBM Subsidi

by -

foto A

Gubernur Babel Rustam Efendi saat melakukan panen raya di areal sawah Danau Nunjau Desa Selinsing Gantung.

GANTUNG – Para petani sawah di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) akan diberikan rekomendasi berupa kupon untuk melakukan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) Solar Bersubsidi. Solar bersubsidi ini nantinya akan digunakan petani untuk operasional alat mesin pertanian (alsintan) khususnya pompa air untuk mengaliri sawahnya.

Untuk menghindari penyelewengan, proses penyaluran rekomendasi solar ini akan dilakukan melalui koperasi petani. Belum maksimalnya sistem irigasi, serta pembangunan bendungan Pice baru yang belum rampung membuat petani di Danau Nujau dan Merante Desa Selinsing Kecamatan Gantung harus mencari air dari kolong atau pun sumber lain.

Namun musim kemarau yang melanda membuat debit air dari sumber-sumber air menurun, membuat petani kian kesulitan mendapatkan air untuk mengairi sawahnya. Para petani pun terpaksa menggunakan pompa air untuk mengaliri sawahnya.

Untuk satu hektar sawah saja, petani padi membutuhkan kurang lebih 400 liter solar untuk menghidupkan mesin pompa airnya. Tingginya harga solar industri membuat mereka merugi. Untuk itu mereka meminta bantuan pemerintah agar dapat memberikan rekomendasi supaya dapat membeli solar bersubsidi. Rekomendasi ini diberikan dikarenakan, selama ini belum pernah ada BBM bersubsidi untuk petani.

“Kita langsung respon permintaan para petani. Apa yang diharapkan sudah kita rapatkan. Dinas teknis (Pertanian-red) akan segera melakukan pendataan terhadap petani. Berapa jumlah petani dan besaran BBM serta kebutuhan subsidinya menunggu data tersebut,” ujar Bupati Beltim, Basuri T Purnama saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (16/4) kemarin.

Nantinya BBM subsidi yang rencananya berasal dari diperoleh dari APMS di Kecamatan Gantung ini, akan disalurkan melalui badan koperasi petani yang berbadan hukum.

“Untuk penyaluran harus melalui badan koperasi. Karena aturan dari BPKP tidak memperbolehkan petani langsung mengambil BBM bersubsidi dari APMS. Kasihan petani kita terancam kekeringan dan gagal panen,” ungkap Basuri.

Sementara itu Gubernur Kepulauan Bangka-Belitung, H. Rustam Efendi menyatakan optimis jika nantinya bendungan pice baru sudah beroperasi akan mampu mengatasi kekurangan air para petani di Danau Nujau dan Merante Desa Selinsing.

“Sekarang proses pembangunannya (Bendungan Pice-red) sudah dilanjutkan. Insyaallah delapan bulan lagi sudah selesai. Masyarakat akan dapat irigasi kembali,” kata Rustam seusai melakukan Panen Raya di Danau Nujau Desa Selinsing Kecamatan Gantung, Kamis (16/4).

Sambil menunggu bendungan selesai, Rustam mengatakan akan memperbaiki dengan meninggikan jaringan irigasi tersier lama yang dianggap tidak maksimal.

“Kita punya dana perbaikan irigasi 2 milyar rupiah. Dana ini akan kita gunakan untuk meninggikan jaringan tersier yang terlalu bawah. Proyek masa lalu ini memang aneh-aneh. Makanya untuk masalah ini harus terus kita awasi,” tegas Rustam. (feb)