Petani Danau Nujau Keluhkan Irigasi

by -

*Hingga Kini Belum Pernah Berfungsi Maksimal

GANTUNG – Salah satu upaya meningkatkan hasil pertanian dapat dilakukan dengan sistem pengairan dan irigasi. Namun, dikatakan Didi, salah seorang petani Danau Nujau jika irigasi tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan masalah.
“Kami sangat mengharapkan adanya perbaikan irigasi yang baik dan lancar, karena selama ini sistem pengairan di Danau Nujau tidak lah sebaik yang kami harapkan. Jika musim hujan kami kebanjiran, dan dimusim kemarau sawah kami menjadi kering,” ujar Didi, usai mengikuti sosialisasi program ketahanan pangan di balai pertemuan Kelompok Tani, Jumat (30/11) pekan lalu.
Hal serupa juga dikeluhkan Parjono, warga transmigrasi Danau Nujau. Parjono mengatakan bahwa lahan persawahannya tidak dialiri air irigasi saat musim kemarau. Akibatnya, panen sering tidak maksimal.
“Gimana pak, mau mendapatkan hasil yang banyak jika air untuk persawahan dilahan yang saya garap, tidak sebaik yang saya harapkan. Jika musim hujan persawahan kami banjir pak, dan sebaliknya jika musim kemarau sawah kami kering,” keluhnya.
Menanggapi permasalahan petani Danau Nujau, Sekretaris Dinas Pertanian dan Kehutanan (Distanhut) Beltim, Tri Jaka berjanji segera melakukan upaya serius. “Dalam waktu dekat kami akan rapatkan dengan dinas terkait untuk menanggapi permasalahan ini. Nantinya akan kami percepat kerja pembuatan irigasi yang diharapkan petani,” kata Jaka.
Sementara itu, secara umum petani Danau Nujau dan Danau Meranteh memberikan apresiasi pada program ketahanan pangan yang menargetkan swasembada beras dalam 3 tahun kedepan. Pelibatan TNI Angkatan Darat melalui Babinsa dilapangan, tentu menjadi bukti keseriusan Pemerintah mewujudkan ketahanan pangan secara nasional. (feb)