Pilkada: Basel 4 Pasang, Babar Menunggu Kabar, Beltim Head to Head?

by -
Pilkada: Basel 4 Pasang, Babar Menunggu Kabar, Beltim Head to Head?
Ilustrasi

belitongekspres.co.id, PEMILIHAN Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 di 4 Kabupaten Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), terus mengerucut. Dari 4 kabupaten yang menggelar pesta demokrasi itu, 2 kabupaten tampaknya berpotensi hanya diikuti 2 pasangan calon saja atau head to head.

Adalah Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) yang sudah sejak awal isu Pilkada ini mencuat sudah tergambarkan bakal hanya diikuti 2 pasangan calon saja. Dan, hingga saat ini pula, apa yang diprediksi itu belum bergeser. Pasangan yang akan bertarung di Kabupaten yang beribukota Koba ini adalah incumbent Ibnu Saleh berpasangan dengan dengan mantan anggota DPD RI Herry Erfian yang sudah diipastikan diusung Gerindra dan Nasdem.

Sementara, lawannya juga sudah dipastikan pasangan dari PDI Perjuangan yaitu Didit Srigusjaya yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Babel serta Ketua DPRD Babel, berpasangan dengan H Korari yang anggota DPRD Bateng dari PDI Perjuangan.

Selain Bateng, Kabupaten yang juga tampaknya berpotensi head to head adalah Belitung Timur (Beltim). Pasangan Yuri Kemal Fadlullah (putra tokoh nasional Yusril Ihza Mahendra) – Nurdiansyah (Anca) kemarin sudah resmi mendeklarasikan diri maju pada Pilkada Beltim 2020. Deklarasi dihadiri koalisi gemuk-nya yaitu 7 partai pengusung dan pendukung masing-masing PBB, PDI Perjuangan, Demokrat, Hanura, Perindo, PAN, dan Nasdem.

Sementara, pasangan yang akan menjadi lawan tanding pasangan ini adalah Burhanudin – Khairil Anwar yang diusung Golkar-PKS, dan didukung PPP (tanpa kursi).

Dari sini, perkiraan akan terjadi head to head di Beltim kian mengental. Karena dari partai yang ada, hanya tersisa Gerindra (3 kursi) yang hingga tadi malam belum memutuskan kemana? Kalau pun Gerindra berbeda pilihan dengan pasangan yang sudah ada, tetap harus menjalin koalisi.

Sementara, partai yang memiliki kursi di parlemen tampaknya sudah mengarahkan pilihan ke kedua pasangan yang ada. Tapi, segala kemungkinan tetap bisa terjadi, meski secara perhitungan kecil kemungkinan.

Basel dan Babar

Kabupaten yang tampaknya bakal diwarnai paling banyak pasangan adalah Bangka Selatan (Basel). Di sini akan bertarung pasangan dari PDI Perjuangan, PBB, PPP, Riza Herdavid-Deby Jamro, Rina Tarol-Doni Indra diusung 4 parpol yang memiliki 11 kursi dari 25 kursi di DPRD Basel, meliputi Partai Demokrat (4 kursi), Partai Golkar (3 kursi), PKB (2 kursi) dan PKS (2 kursi). Lalu, Aditya – Damiri diperkirakan Gerindra, Nasdem dan PAN, lalu dari jalur independen Kodi Midahri-Rusliadi.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) tingkat II Partai Golkar Basel, Marsidi Satar melalui Sekretarisnya, Rinto Iskandar menjelaskan, gabungan lintas parpol pengusung paslon RIDO, dalam waktu dekat ini akan menggelar rapat bersama terkait persiapan dan pemantapan untuk pemenangan paslon Rina Tarol-Doni Indra.

“SK (Surat Keputusan) rekomendasi dari DPP (Dewan Pimpinan Pusat) 4 partai politik pengusung paslon RIDO semuanya telah keluar, yakni Partai Golkar, Partai Demokrat, PKB dan PKS,” kata Rinto Iskandar kepada Babel Pos.

Partai Golkar, lanjut Rinto, saat ini telah mulai memanaskan mesinnya dan bahkan bersama para kader dan simpatisan partai sudah turun ke lapangan, begitu juga halnya dengan Partai Demokrat, PKB dan PKS.

Senada juga diutarakan Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Basel, Kapi Ma’id melalui Sekretarisnya, Samsir menjelaskan, paslon RIDO sebelum menerima SK rekomendasi tersebut membacakan 9 fakta integritas yang harus ditaati saat masa kempanye dan setelah menang Pilkada.

“Khusus Bangka Selatan proses pengusungan calon Bupati dan Wakil Bupati melalui waktu yang sangat panjang, mengingat semua kader dan konstituen menginginkan kader yang maju karena sudah 3 periode mengusung selalu menang. Tetapi tidak mendapatkan porsi untuk ikut mengelola daerah untuk mewarnai kebijakan daerah demi kemajuan daerah,” kata Samsir.

Terkait hal itu, lanjut Samsir, DPD PKS menggelar rapat Tim Pemenangan Pemilu Daerah (TPPD) Basel hingga beberapa kali yang dipimpin langsung oleh Ketua DPD PKS Basel, Kapid Ma’id, sehingga akhirnya muncul paslon RIDO dan yang kedua paslon Aditya Rizki Pradana-Ahmad Damiri. Setelah diajukan ke DPP PKS yang muncul di SK rekomendasi adalah paslon RIDO.

“Kami sebagai kader akan mengikuti keputusan DPP dan akan berusaha memenangkan paslon RIDO dengan semaksimal mungkin. Untuk persiapan pemenangan RIDO, Ketua DPD PKS Basel sudah mulai mengkoordinasikan dengan semua partai pengusung, PKB, Golkar dan Demokrat untuk menyusun tim pemenangan, strategi kampanye, memetakan titik kampaye dan pembagian tugas,” tutur Samsir.

Lalu, bagaimana dengan Bangka Barat?
Hingga saat ini, nama yang berkembang dari wilayah Barat Pulau Bangka itu baru pasangan Markus-Badri Syamsu yang diusung PDIP –keduanya murni kader sendiri. Markus merupakan pengurus DPD PDIP Provinsi, sedangkan Badri Ketua DPC PDIP dan menjabat Ketua DPRD Bangka Barat. PDIP sendiri memiliki 5 kursi dari 25 kursi di DPRD Bangka Barat sehingga bisa mengusung tanpa koalisi.

Sedangkan Partai NasDem mengusung H Sukirman berpasangan dengan Bong Ming Ming kader PKS. Keduanya merupakan anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Dapil Bangka Barat. Di DPRD NasDem sendiri memiliki 3 kursi dan mendapat jatah Wakil Ketua II karena suara terbanyak ketiga se Bangka Barat.

Untuk mencalonkan, NasDem harus koalisi karena syaratnya harus 5 kursi. Dengan itu NasDem merangkul PKS yang sama-sama memiliki 3 kursi.
Lalu, kemana Partai Gerindra yang meraih suara terbanyak ke dua setelah PDIP memiliki 4 kursi dan mendapat jatah Wakil Ketua I di DPRD Babar? Hingga saat ini belum menyatakan arahnya.

Sama halnya dengan Partai Golkar 2 kursi, PBB 2 kursi, Demokrat 2 kursi, Hanura 2 kursi, PAN 1 kursi dan Perindo 1 kursi belum tegas kemana. Apakah akan mebngusung sendiri sehingga berpotensi 3 pasang, atau malah mengusung kandidat yang sudah ada?
Untuk Babar, agaknya kita masih menunggu kabar? (red/his/tom)