Pilkades Serentak Belitung Digelar 20 Desember 2020

by -
Sanem Geram, Sempat Kejar Pemilik Arak yang Divonis Denda Rp 25 Juta
Bupati Belitung Sahani Saleh.

Mundur Dari Jadwal Sebelumnya

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung menetapkan pelaksanaan Pilkades Serentak tahun 2020 akan dilaksanakan Minggu, tanggal 20 Desember mendatang. Pelaksanaan Pilkades Serentak Kabupaten Belitung itu mundur dari tanggal sebelumnya 30 Agustus.

Hal itu seiring dengan adanya surat Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang memutuskan menunda Pilkades Serentak dan Pemilihan kepala Desa Antar Waktu (PAW) di seluruh Indonesia.

Surat dari Mendgari yang memutuskan menunda Pilkades Serentak dan PAW tanggal 10 Agustus 2020, ditujukan kepada Bupati dan Wali Kota Seluruh Indonesia. Dalam suratnya Mendagri juga menyebut beberapa dasar pertimbangan ditundanya Pilkades serentak dan PAW.

“Kita tetap mengikuti surat dari Kemendagri itu, untuk menunda pelaksanaan Pilkades serentak 2020 kabupaten Belitung,” kata Bupati Belitung H. Sahani Saleh usai rapat terkait pelaksanaan Pilkades Serentak Kabupaten Belitung Tahun 2020 di ruang rapat Pemkab Belitung, Kamis (27/8) kemarin.

Maka dari itu kata Bupati, pelaksanaan Pilkades Serentak 2020 Kabupaten Belitung akan dilaksanakan (20/12) mendatang. Yakni setelah Pilkada Serentak (9/12) mendatang. “Jadi tanggal 20 desember 2020 Pilkadesnya, dan proses tahapannya mengikuti baik kampanye dan masa tenang,” jelas bupati yang karib disapa Sanem itu.

Oleh sebab itu, kata Sanem, kepada calon kepala desa di 15 Desa tersebut, sebagaimana mereka (calon kades) sudah ditetapkan sebagai calon, kalau ingin berkampanye secara terang-terangan agar menunda terlebih dahulu. “Pandai-pandailah, harus jaga ketertiban dulu lah sampai saat pemilihan nantinya,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Belitung, Suksesyadi mengatakanbelum ada kerugian yang diakibatkan tertundanya Pilkades ini. Karena bahan dan alat-alat yang telah disiapkan untuk Pilkades itu masih dibisa digunakan lagi.

“Belum (kerugian), karena kita belum distribusi, kalau distribusi kan berarti terpakai untuk transportasi aja. Jadi belum, karena itu bukan barang yang rusak. Kertas suara udah ada dan tidak ada tanggal disana, jadi masih bisa digunakan,” kata Suksesyadi.

Suksesyadi juga menyebutkan, mereka juga masih belum membuat Tempat Pemungutan Suara (TPS) sehingga untuk kerugian yang diakibatkan dari tertundanya Pilkades itu belum ada. Selanjutnya, untuk tahapan-tahapan pada Pilkades yang akan diselenggarakan setelah Pilkada pada 9 Desmber mendatang, kata Suksesyadi, akan disusun ulang, termasuk jadwal kampanye calon Kades selama 3 hari.

Jika pada pelaksanaan Pilkades mendatang terjadi kecurangan, diantaranya kampanye hitam, maka hal itu akan ditangani pihak berwajib. Seperti Satpol PP dan Kepolisian yang akan dikoordinasikan oleh Kesbangpol Kabupaten Belitung. (dod)