Pilkades Serentak di Beltim Tetap Terapkan Protokol Kesehatan

by -
Pilkades Serentak di Beltim Tetap Terapkan Protokol Kesehatan
Kotak surat suara yang siap didistribusikan ke TPS dan akan digunakan pada hari pemilihan tanggal 16 Juli 2020.

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Penerapan protokol kesehatan pada hari pemilihan Kepala Desa, 16 Juli 2020 tetap menjadi prioritas bagi seluruh panitia dan masyarakat. Hal ini menjawab kekhawatiran penyebaran Covid di saat pemilihan berlangsung.

Bahkan jauh-jauh hari, Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DSPMD) Kabupaten Beltim telah menyusun SOP protokol kesehatan di TPS yang disiapkan. SOP disiapkan dalam bentuk selebaran dan banner yang intinya mengingatkan pentingnya penerapan protokol kesehatan.

“Kita sudah susun (selebaran) dan seminggu lalu kita sudah sebarkan ke desa dan (juga) menyebar banner d TPS, kemarin. Kita sudah cetak dan secara online sudah menyebarkan,” ujar Kepala DSPMD Ida Lismawati seusai penyerahan logistik Pilkades di Auditorium Zahari MZ, Kamis (7/9) kemarin.

Ida menjelaskan, material banner yang terpasang di TPS disiapkan panitia Pilkades di masing-masing Desa. Artinya panitia mengeluarkan dana sendiri karena pandemi Covid tidak termasuk yang diperhitungkan selama tahapan Pilkades.

“Kita tidak mungkin menunggu anggaran atau minta ke Gugus Tugas karena kondisinya sama kan. Artinya BTT baru kita yang pertama, kalau kita nunggu, tidak akan jalan tanggal 16 (Pilkades),” kata Ida.

Dia juga memastikan seluruh keperluan dalam protokol kesehatan disiapkan oleh Desa terutama bagi petugas TPS. Namun bagi masyarakat pemilih, diminta mempersiapkan masker sendiri.

“APD pelindung diri dan hand sanitizer disediakan oleh pemerintahan desa dan masyarakat. Panitia memang disediakan oleh desa karena itu tanggungjawab mereka,” jelasnya.

Ida menambahkan, pelaksanaan kampanye bagi calon Kepala Desa selama tiga hari tetap mengikuti ketentuan dari panitia di Desa. Namun calon Kepala Desa akan mendapatkan kesempatan untuk mensosialisasikan sendiri ke masyarakat dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Tiga hari (kampanye) dalam masa covid didampingi panitia. Mereka sudah kampanye damai bersama, ada jeda 2 hari tanggal 11-12 bisa dimanfaatkan oleh mereka untuk kampanye sendiri. Kita serahkan ke Pemdes untuk mengatur agar tidak ada jeda waktu melaksanakan kampanye,” tutup Ida. (msi)

Editor: Yudiansyah