Pimpinan Aksi 313 Ditangkap karena Ingin Gulingkan Jokowi?

by -

JAKARTA – Polda Metro Jaya telah menangkap lima orang pimpinan dari Forum Umat Islam (FUI) yang merupakan penggerak dari aksi 31 Maret 2017 atau lebih dikenal dengan 313. Mereka saat ini telah berada di Mako Brimob Kapala Dua, Depok.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, lima orang yang ditangkap berkaitan dengan Pasal 107 KUHP, yakni makar dengan maksud menggulingkan pemerintahan, dan Pasal 110 adalah pemufakatan dengan maksud mengerahkan orang melakukan kejahatan. “Jadi kelima-limanya orang kena itu (Pasal 107 dan 110),” ujar Argo di Silang Monas, Jakarta, Jumat (31/3).

Mantan Kabid Humas Polda Jawa Timur tersebut menambahkan, penangkapan itu sudah berdasarkan pada bukti-bukti yang sudah dikantongi. Sehingga penangkapan keempat orang tersebut tidak melanggar aturan. “Intinya polisi ada laporan, lakukan penyelidikan yang kemudian kita lakukan penangkapan hari ini,” katanya.

Seperti diketahui, FUI merupakan inisiator dari 313. Aksi itu menuntut agar Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dijebloskan ke penjara akibat kasus duaan penistaan agama.

Fadli Zon Minta Pimpinan Aksi 313 Dilepas
Wakil Ketua DPR Fadli Zon meminta pihak kepolisian segera melepas pimpinan aksi 313 jika tidak terbukti melakukan upaya makar.

“Ya menurut saya harus segera dilepaskan. Kalau tidak ada bukti-bukti, apalagi tuduhannya makar. Jadi, harus dihentikan ,” tegasnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (31/3).

Kata dia, demonstrasi merupakan hak bagi setiap warga negara yang dilindungi oleh undang-undang. Kalau memang ada aturan yang dilanggar para demonstran, barulah pihak kepolisian melakukan tindakan.  “Jangan ini menjadi suatu upaya memberangus demokrasi kita. Jangan sampai ini menjadi upaya memundurkan demokrasi kita,” tegas dia.

Politikus Partai Gerindra itu melihat, tindakan kepolisian itu sama halnya dengan aksi 212 dimana sejumlah aktivis ditangkap sebelum kegiatan digelar. Kenyataannya, hingga saat ini status para aktivis tersebut pun tidak jelas.

“Bahkan Sri Bintang Pamungkas sampai lebih empat bulan tidak jelas statusnya. Ini kan pelanggaran hak asasi manusia,” tegas dia.

Fadli meminta, negara tidak perlu paranoid atau ketakutan dengan aksi demonstrasi. Faktanya, aksi-aksi sebelumnya pun berjalan dengan tertib dan damai.  “Jangan sampai terjadi kemunduran dalam demokrasi hanya untuk menakut-nakuti warga untuk kepentingan politik jangka pendek,” pungkas legislator asal Jawa Barat itu.

Polda Metro Jaya membenarkan ihwal penangkapan sejumlah pimpinan aksi 313 yang digelar siang nanti (31/3). Kabid Humas Polda Metro Jaya, Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, penangkapan dilakukan tadi malam (30/3).  “Benar (ada penangkapan). Ada lima orang,” ujar dia ketika dikonfirmasi.

Kelimanya kini telah ditahan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Meski begitu, Argo belum mau memerinci lebih lanjut siapa saja yang ditangkap dan apa alasan dari penangkapan itu. “Sekarang masih diperiksa intensif. Nanti kami beri keterangan lagi,” jelas dia.

Berdasarkan data yang diterima wartawan, inilah nama-nama yang telah ditangkap oleh Polda Metro Jaya. Al Khathath, Zainudin Arsyad, Irwansayah, Dikho Nugraha, Andry.

Lima Tuntutan
Dalam aksinya di sekitar Patung Kuda, Jakarta Pusat, massa Aksi Bela Islam atau 313 menyampaikan tuntutannya kepada pemerintah untu segara dikabulkan.

Dalam orasi itu ada lima tuntutan yang harus dipenuhi. Pertama, setop kriminalisasi terhadap ulama-ulama yang ada di Indonesia. “Kedua, copot Ahok dari jabatannya (Gubernur DKI Jakarta),” kata orator di atas mobil komando, Jumat (31/3).

Ketiga adalah menuntut pemerintah segera memenjarakan Ahok yang telah melakukan penistaan agama dan sedang menjalani proses persidangan.

Tuntutan massa yang keempat, diterapkannya peraturan syariat Islam yang ada di seluruh Indonesia. Terakhir, untuk melepaskan Ustaz Muhammad Al Khathath yang merupakan Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam (FUI) yang kini diperiksa di Markas Komando Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.(cr2/JPG)