Plafon Ambruk, Pihak Bandara H.AS Hanandjoeddin Belum Bisa Pastikan Penyebabnya

by -
Plafon Ambruk, Pihak Bandara H.AS Hanandjoeddin Belum Bisa Pastikan Penyebabnya

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Plt Executive General Manager KC Bandara HAS Hanandjoeddin Tanjungpandan Nanang N Saputro mengatakan, runtuhnya plafon di terminal kedatangan penumpang terjadi sekitar pukul 06.40 WIB. Beruntung saat kejadian bandara dalam keadaan sepi dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

“Kami dapat informasi pagi tadi. Setelah kita cek tidak ada korban jiwa maupun luka-luka,” ujar Nanang ketika ditemui Belitong Ekspres, di Bandara Internasional HAS Hanandjoeddin sambil memantau perkembangan pembersihan plafon yang ambrol ke lantai, Minggu (15/3).

Menurut Nanang, peristiwa runtuhnya plafon ini pada saat bandara belum ada aktivitas. Seperti penerbangan. Maupun masyarakat ataupun sopir yang menunggu tamu di ruang kedatangan. Sebab penerbangan dimulai pada Pukul 07.30 WIB.

“Setelah kejadian kita langsung tanggap. Kami membersihkan bekas puing-puing plafon. Sekitar 30 menit. Sehingga tidak menganggu aktivitas penerbangan yang ada di Bandara H.AS Hanandjoeddin,” katanya.

Sampai saat ini, pihak bandara ujar Nanang belum bisa menyimpulkan secara pasti penyebab utama ambruknya plafon gypsum tersebut. Sebab dia bersama rekan-rekannya masih melakukan analisis.

“Kalau kata orang gara-gara sering terkena panas. Setelah itu terjadi hujan. Sehingga hal itu yang menyebabkan roboh. Tapi kita masih melakukan analisa apa penyebab utamanya,” jelas Nanang.

Dalam peristiwa ini, atap gypsum sepanjang kurang lebih 10 meter dan lebar kurang lebih enam meter runtuh. Pihak bandara belum merinci jumlah kerugian, akan tetapi ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. “Saat ini kita masih melakukan perbaikan. Adanya peristiwa ini tidak menganggu sedikitpun aktivitas yang ada di bandara,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu sopir taksi yang ada di lokasi mengatakan, awalnya ia mengantar penumpang ke bandara. Lantas pria ini membantu penumpangnya, untuk menurunkan barang bawaannya di pinggir pintu kedatangan.

Namun secara tiba-tiba dia dikejutkan dengan jatuhnya beberapa gypsum di samping papan atau layar informasi. Pada saat kejadian, posisinya berada sekitar tiga hingga lima meter dari lokasi terminal kedatangan penumpang itu.

“Awalnya saya mengira ada gempa. Lalu saya keluar dari area itu. Beberapa menit kemudian saya kembali dan mengecek. Ternyata plafon itu jatuh, amblas ” kata pria yang enggan ditulis namanya. (kin)

Editor: Yudiansyah