PLN Babel Investasi Pembangkit dari Kelapa Sawit

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

PLN Wilayah Bangka Belitung (Babel) membuat terobosan baru dengan program The Winrock-USAID Circle Project yang membantu perusahaan produsen minyak kelapa sawit (POM) untuk mengelola limbahnya menjadi bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa Sawit (PLTBS).
Program yang diperpanjang hingga September 2015 itu merupakan tindak lanjut dari program yang telah ditandatangani pada 16 Oktober 2014 yang lalu tentang investasi energi dari biogas dan biomass perkebunan sawit. Saat itu terjadi kesepakatan antara PLN wilayah Babel dengan PT. Winrock Internasional untuk menjalankan Circle Project hingga Desember, yang kini telah diperpanjang.
General Manager PLN wilayah Babel I.B Ari Wardana mengungkapkan bahwa kesepakatan bersama Winrock Internasional sebagai lembaga konsultasi di bawah Kedutaan Amerika Serikat yang bergerak untuk pemberdayaan masyarakat dan peningkatan perekonomian melalui energi terbarukan ini merupakan peluang emas bagi pemilik pabrik kelapa sawit untuk membanguna PLTBS.
“Karena keuntungan yang didapat oleh para pengusaha begitu besar.Apalagi dengan sistem tarif listrik adjustment yang diterapkan pemerintah saat ini yang cenderung progresif, maka keuntungannya pun akan semakin besar,” ujar Ari dalam rilis yang diterima Radar Bangka (RB), kemarin (9/2).
Dilanjutkan Ari, kesepakatan yang melibatkan bantuan konsultan mulai dari pendampingan studi kelayakan (feasibility studies), bantuan teknis, dan capacity building itu, pada dasarnya PLTBS adalah PLTU yang berbahan bakar biomassa sawit.
“Limbah kelapa sawit dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar pembangkitan. Kemudian listrik yang dihasilkan dapat dibeli oleh PLN,” jelasnya.
Pembelian energi listrik oleh PLN dari pembangkit swasta, dikatakan Ari dilakukan dengan dua skema, yaitu pembelian energi Independent Power Producer (IPP) dan Excess Power. IPP merupakan pembelian daya listrik yang dihasilkan pihak swasta oleh PLN, sementara excess power merupakan pembelian kelebihan daya listrik oleh PLN dari sejumlah perusahaan swasta yang memiliki pembangkit sendiri.
“Untuk wilayah Bangka Belitung, berdasar Permen ESDM No 27 Tahun 2014 Harga jual tenaga listrik Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa dan Biogas ditetapkan sebesar Rp 1.725,00/kWh hingga Rp 2.250,00/kWh, tergantung pada jaringan yang terinterkoneksi, apakah melalui jaringan tegangan menengah (TM) atau tegangan rendah (TR),” tandasnya. (rel)

Baca Juga:  Ibrahim : Publik Menunggu Debat Berikutnya

Tags:
author

Author: