PLTU PT.WTUPI Berkonsep Lingkungan

by -

*Berdiri Tak Jauh Dari Kawasan Kota Banjarmasin

????????????????????????????????????
????????????????????????????????????

Ket foto. Kunjungan Pemkab dan DPRD Beltim ke PT. WTUPI dan PLTU, yang dipimpin langsung Board Of Commisioner (BOC) PT.WTUPI, Tazran Tanmizi Kamis (5/11). Rombongan berkeliling untuk melihat dan diberi penjelasan proses kerja industri kayu lapis dan PLTU, 

MANGGAR – Untuk mengurai masalah kelistrikan, Jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung Timur (Beltim) bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Beltim, sengaja mengunjungi PT.Wijaya Triutama Plywood Industri (PT.WTUPI), Kamis (5/11).

PT.WTUPI merupakan salah satu Perusahaan Industri Kayu Lapis dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), yang beralamat di Jalan Trisakti Komplek UKA Kelurahan Basirih Kecamatan Banjarmasin Barat Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Perusahaan ini berdiri tak jauh dari pemungkiman kota.

Rombongan Pemkab dan DPRD Beltim, pun mengaku kagum akan kebesaran perusahaan tersebut. Perusahaan berdiri sejak 24 Januari 1980 dan memulai produksi secara komersial pertama pada bulan Agustus tahun 1982 silam.

Board Of Commisioner (BOC) PT.WTUPI, Tazran Tanmizi menyambut baik dan berterima kasih, atas kedatangan rombongan Pemkab dan DPRD Beltim, yang sudah mengunjungi perusahaan yang ia pimpin.

“Terima kasih kepada semua yang sudah sempat mengunjungi persahaan kami. Dan ini lah bentuk perusahaan yang kami bangun sejak puluhan tahun lalu. Dan sejak berdirinya perusahaan ini. Kami pun sudah banyak menerima sertifikat penghargaan,” ungkap Tazran.

Berbagai penghargaan sudah didapat perusahaan tersebut, di antaranya sertifikat JAS Ordinary Panel, dan California Air Resources Base (CARB). PT.WTUPI sudah menjalankan manajemen mutu ISO 9002 pada tahun 1997 dan sistem manajemen lingkungan 14001 mulai tahun 1999.

Sebagai perusahaan berkonsep lingkungan, PLTU berbahan bakar batubara ini, telah membantu PT. PLN melalui pembangkit unit 1 dan 2, berkapasitas 1×15 megawatt dan 1×30 megawatt di Banjarmasin Kalsel. Karena itu, pada kesempatan itu, PT.WTUPI juga mengungkapkan ingin membantu Pemkab dengan membangun PLTU di Beltim.

Di Banjarmasin perusahaan yang berjenis PLTU ini, memanfaat air dari sungai Martapura sebagai bahan baku uapnya. Untuk unit 2 dengan total kapasitas 1×30 MW yang berbahan bakar batubara dengan kalori 5.000 sampai dengan 5.500 kcal/kg mampu menguatkan PLN Kalsel dengan daya sebesar 27 MW dan sisanya digunakan untuk pemakaian perusahaan.

Rombongan berkeliling dipimpin langsung oleh BOC PT.WTUPI, Tazran melihat cara kerja PLTU tersebut. Dari mulai pengerjaan industri kayu lapis hingga ke PLTU dan stokfile batu bara yang ada di kawasan itu.

Ketua DPRD Beltim, Tom Haryono Harun sempat terkagum karena PLTU berbahan bakar batu bara yang berkafasitas pembangkit 1×30 MW tak ada mengeluarkan asap seperti yang dibayangkan. Selain itu, PLTU juga tak mengeluarkan daya getar yang kuat.

Rencananya PT.WTUPI akan membangun PLTU di Desa Tanjung Batu Itam Kecamatan Simpang Pesak. Saat ini rencana pembanguan tinggal menunggu persetujuan masyarakat Beltim pada umumnya dan Desa Tanjung Batu Itam pada khususnya. (feb)