PN Tanjungpandan Sosialisasi Narkoba dan Lalu Lintas

by -

TANJUNGPANDAN- Pengadilan Negeri Tanjungpandan menggelar penyuluhan hukum di SMA Negeri 2 Tanjungpandan, Kamis (6/8) kemarin. Materi yang disampaikan seputar bahaya narkoba dan pentingnya tertib berlalu lintas.
Materi soal bahaya narkoba disampaikan oleh Narendra SH yang juga Hakim Pengadilan Negeri Tanjungpandan. Sedang soal lalu lintas diterangkan oleh Ferdinaldo SH. Di hadapan para siswa, Narendra menjelaskan, narkoba merupakan zat berbahaya yang dapat merusak tubuh. Selain itu, narkoba juga bisa membuat orang ketagihan. Akkbatnya, dapat membuat sang pemakainya melakukan segala cara untuk mendapatkan barang haram tersebut.
“Bahkan seseorang yang kecanduan, bisa berbuat nekat untuk mendapatkan narkoba. Bisa terlibat dalam tindak pidana kriminal seperti mencuri dan merampok,” ujar Narendra.
Dijelaskan Narendra, untuk jenisnya narkoba ada dua. Yakni tumbuhan dan zat-zat yang terbuat dari obat. “Saat seseorang mengkonsumsi narkoba, ia akan merasa melayang, rasa nyeri pada penyakit tidak terasa. Namun efeknya sel-sel dalam tubuh akan rusak, sehingga mempengaruhi daya tahan tubuh,” jelasnya.
Ada beberapa pasal yang dikenakan pengedar dan pemakai narkoba. Seperti Pasal 111 ayat 1. “Setiap orang tanpa hak melawan hukum, menanam, memelihara, memiliki dan menyimpan serta menyediakan Narkotika Golongan I (Tanaman), maka ia akan diancam hukuman paling singkat empat tahun dan paling lama 12 tahun dan denda Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar,” tuturnya.
Sedangkan Pasal 113 yakni seseorang yang memproduksi, mengimpor, mengekspor dan menyalurkan narkoba golongan I, hukuman paling singkat lima tahu dan paling lama 15 tahun. “Selain itu juga didenda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar,” ungkapnya.
Dan ada lagi untuk pasal 114, yakni pengedar dan juga pemakai serta perantara dapat dipenjara seumur hidup. “Dan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun. Untuk dendanya minimal Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar,” pungkasnya.
Sementara itu, Ferdinaldo menjelaskan tentang kesadaran hukum para pelajar dalam memahai peraturan undang-undang lalu lintas dan angkutan jalan. Ketentuan ini diatur dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang lalu lintas.
Dijelaskan Ferdinaldo, dirinya prihatin dengan anak muda di Belitung. Sebelumnya ia melihat banyak pengendara yang tidak taat aturan, seperti berboncengan satu motor dinaiki tiga orang dan tidak memakai helm.
“Untuk pasal-pasal yang dikanakan adalah Pasal 284. Pengendara tidak mengutamakan keselamatan diri sendiri dan orang lain dapat dipidanakan maksimal dua bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu,” katanya.(kin)