PNS Dukung Keputusan Bupati

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

*Soal Larangan Cuti, Selain Yang Sudah Ditetapkan

TANJUNGPANDAN–Para Pegawai Negeri Sipil (PNS) ternyata mendukung keputusan Bupati Belitung yang melarang PNS menambah cuti selain yang sudah ditetapkan. Sejumlah kepala SKPD yang dimintai pendapatnya, hampir semua mendukung kebijakan ini.
Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Belitung Hazianto mengatakan, dirinya mendukung langkah Bupati Sanem tersebut. Alasannnya, cuti yang sudah diberikan kepada PNS sudah cukup panjang.
“Saya kira para PNS tidak masalah dengan aturan tersebut. Apalagi masih banyak pekerjaan yang harus dikejar oleh Pemda Belitung,” ujar Hazianto ketika dihubungi via sambungan telepon.
Sementara berdasarkan penelusuran Belitong Ekspres, cuti bersama berdasarkan keputusan dari Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi  (MenPAN-RB), Hari Libur Nasional Tahun 2015 dalam rangka Idul Fitri 1436 Hijriah, ditetapkan 17-18 Juli 2015. Sementara untuk Cuti Bersama Idul Fitri 1436 Hijriah, ditetapkan tanggal 16, 20 dan 21 Juli 2015 (Sumber: Humas MenPAN-RB).
Dengan demikian, jika mengacu keputusan pemerintah Pusat tersebut, maka PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Belitung, akan mulai libur pada 16 Juli 2015 mendatang. Lantas, untuk aktif kembali masuk ke kantor pada tanggal 22 Juli 2015.
Senada dengan Hazianto, Kepala Dinas Kebersihan Pasar dan Pertamanan (DKPP) Belitung Azhar berpandangan, aturan tersebut dibuat agar fungsi PNS sebagai abdi masyarakat lebih efektif. “PNS itu kan pelayan masyarakat. Jadi sebaiknya tidak berlama-lama meninggalkan kewajibannya,” ungkap Azhar di kantornya.
Kabid Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Belitung Rohili mengatakan, langkah yang diambil Bupati Sanem sudah efektif. “Baguslah, kita dukung selama untuk memajukan Belitung,” ujar Rohili.
Sementara itu, Kabid Kebersihan DKPP Belitung Sumarno bersemangat dengan aturan tersebut. “Pada hari Lebaran biasanya banyak sampah berserakan. Kalau petugas kita berlama-lama mengambil cuti, kita khawatir adanya penumpukan sampah di Kota Tanjungpandan,” seru Sumarno.
Terakhir, Kepala Pelni Tanjungpandan Andri Zarni malah menambahkan, di lingkungan tempat kerjanya juga turut memberlakukan hal yang sama. “Kebetulan di Pelni juga ada aturan tidak boleh pejabat mengambil cuti waktu peak season (momen padat penumpang,Red),” tutup Andri sapaan akrabnya kepada Belitong Ekspres.(mg3)

Baca Juga:  Honorer Sengsara, kok Impor Guru?

Rate this article!
Tags:
author

Author: