Pol PP Pantau Ketat THM

by -

*Sepanjang ini Tak ada THM Nekad Buka

TANJUNGPANDAN-Pol PP Kabupaten Belitung, memastikan seluruh tempat hiburan malam (THM) di wilayah hukum Kabupaten Belitung tutup total selama Bulan Ramadan. Sebab, Minggu (5/6) malam, Pol PP sudah mengecek di sejumlah THM di Tanjungpandan dan sekitarnya, sudah tutup. Jika, nekad beroperasi, Satpol PP tak segan-segan langsung menutup THM tersebut.

Kasatpol PP Kabupaten Belitung Alkar mengatakan, peraturan daerah (Perda) tentang larangan tempat hiburan buka di bulan puasa sudah diterbitkan oleh Bupati Belitung Sahani Saleh. Sebelum surat itu diterbitkan, jajaran Pol PP melakukan pengecekan.

“Dari pantauan kami, seluruh tempat hiburan malam berjenis musik sudah tutup. Sebab kita sudah melakukan pengecekan di lokasi, seperti di Pilang dan Dukong,” ujar Alkar kepada Belitong Ekspres, Senin (6/6) kemarin.
Meski kafe tutup, namun ia masih mengaku resah pula. Sebab, kemungkinan masyarakat Belitung akan lari ke sejumlah hotel-hotel besar untuk menggunjungi kafe. Itu lantaran adanya pengecualian dari pemda tentang tempat hiburan di kawasan terbatas hotel-hotel.

“Dari surat edaran itu, pemda hanya memperbolehkan hotel untuk menyediakan tempat hiburan. Dan tempat hiburan itu dikhususkan bagi penggunjung hotel yang menginap,” ungkap Kasatpol PP Kabupaten Belitung.
Sementara itu, Kasat Intel Polres Belitung Iptu Ponijan mengatakan, Polres Belitung sudah mendapat Surat Edaran dari Bupati Belitung tentang larangan tempat hiburan buka saat bulan puasa.

“Dalam isi surat dengan Nomor 451.1/42/VII/2016 berisikan tentang larangan tempat hiburan tutup selama bulan puasa. Surat ini, baru dikirim hari ini (kemarin,red),” kata Iptu Ponijan kepada Belitong Ekspres.

Dalam surat itu, sejumlah tempat dilarang beroperasi, seperti gemezone, panti pijat, karaoke, spa dan kafe yang berkedok rumah makan. Itu dilakukan untuk menghormati umat islam yang menjalankan ibadah puasa.

Mendapati surat itu, rencana malam ini (tadi malam,red) pihak Intel Polres Belitung akan melakukan pengecekan ke sejumlah lokasi yang ditentukan. “Jika tempat itu buka, kita akan beri peringatan terahir dan kita akan tutup secara paksa. Jika mengulanggi lagi, kita akan tutup izinnya” katanya. (kin)