Pol PP Razia Pedagang Pantai Tanjungtinggi

by -

*Pedagang Ingin Solusi dari Pemerintah

 

 

TANJUNGPANDAN-Demi kenyamanan kawasan wisata Tanjungtinggi, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan penertipan pada pedagang yang mangkal di area Pantai Bilik, Desa Tanjung Tinggi Sijuk Jumat (11/3) pekan lalu. Meski, telah diberitahukan pemberitahuan larangan untuk tidak berjualan di sepanjang pantai, namun para pedagang masih nekad berjualan.Kasatpol PP Alkar pada Belitong Ekspres Minggu (13/3) mengatakan, dalam penertiban sempat terjadi adu mulut antara petugas dan para pedagang setempat. Namun, hal tersebut bia diredam dan penertiban bisa tetap dilaksanakan.“Kami hanya menjalankan tugas sesuai dengan Intruksi dari Bupati supaya area pantai tersebut tidak digunakan oleh pedagang untuk berjualan. Dan kami akan terus melakukan patrol di kawasan tersebut secara berkala sehingga tidak ada lagi pedagang yang membandel,” tegasnya.Kata Alkar, pada saat dilakukan penertiban, para pedagang tersebut sempat melakukan penolakan dengan mencegah mobil wisatawan untuk masuk ke dalam area pantai. Lantas, setelah dilakuakan mediasi tindakan tersebut bisa diatasi dan penertiban terus dilaksakan.“Kami akan terus melakukan patroli secara berkala sesuai Intruksi langsung dari bupati dan akan menjalankan tugas kami sebagai mana mestinya,” kata Pria berkumis tebal ini.Salah seorang pedagang di kawasan pantai pada BE mengatakan, sebagai putra daerah apakah salah jika dirinya memanfaatkan potensi daerah untuk mencari rejeki.“Meski pendapatan kami juga tidak menentu. Kalau lagi ramai ya Alhamdullillah buat mencukupii kebutuhan keluarga. Namun kalau lagi sepi cuman membuang keringat saja namun, harus bagaimana lagi rejeki harus tetap disukuri,” ujarnya.Ia berharap pemerintah daerah dapat mencari solusi yang bagi masyarakatnya. Jadi, jangan sampai masyarakat lokal hanya menjadi penonton di kampung sendiri. “Sungguh ironis memang. Kami tidak anti dengan pembangunan dan infrastruktur itu juga baik bagi daerah, tapi jangan sampai melupakan masyarakat setempat. Jadi kami berharapa mendapat solusi terbaik dari pemerintah,” tukasnya.(mg1)