Polair Giat Patroli Laut

by -

*Ingatkan Nelayan untuk Taat Aturan, Hindari Konflik Sosial

TANJUNGPANDAN-Polair Polres Belitung giat melakukan patroli laut khususnya di kawasan Pantai Teluk Berang, perbatasan Badau-Membalong. Ini dilakukan menyusul diamankannya nelayan pengguna jaring trawl (trol) Baharudin (32) dan Samsu Alam (18) warga Jalan Tanjung RU RT 02/01 di Pantai Dusun Ulim, Desa Lassar  Membalong, Sabtu (2/1) lalu.

Kasatpolair Polres Belitung AKP Joko Suseno Waluyo mengatakan, hampir tiap hari anggotanya melakukan patroli di Pantai Teluk Berang, perbatasan Membalong dan Badau. Itu dilakukan agar tidak ada nelayan yang menggunakan trawl saat mencari ikan.

“Potensi masyarakat menggunakan trawl saat mencari ikan masih ada. Kita terus lakukan patroli, agar tidak terjadi hal-hal yang bisa memicu amarah warga. Namun, saat razia kami tidak menemukan adanya nelayan yang menggunakan trol,” ujar AKP Joko.

Soal proses hukum kedua orang yang diamankan masyarakat Ulim, Kasatpolair mengaku, proses terus berlanjut. Pelaku dijerat Pasal  100 B Junto pasal 9 ayat Undang-undang (UU) Republik Indonesia (RI) Nomor 45 tahun 2009 tentang perikanan, atas perubahan UU RI Nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan. Ancaman hukuman satu tahun kurungan.

“Pelaku tidak ditahan melainkan hanya wajib lapor. Sebab, kurungan pidana satu tahun tidak dapat ditahan. Namun, proses pengadilan tetap berlanjut di persidangan,” kata AKP Joko di Makopolair.

Kapolsek Membalong AKP Robby Ansyari mengatakan, dirinya turun langsung ke lapangan untuk menyelesaikan masalah ini. Dia juga meminta kepada masyarakat agar tidak melakukan penangkapan terhadap oknum-oknum. Sebab dapat menimbulkan gejolak sosial.

“Jika mengatahui adanya nelayan yang menggunakan jaring trawl, langsung lapor kami. Kita akan tindak. Sebab sudah jelas, penggunaan trawl melanggar Undang-undang kelautan dan perikanan,” katanya.

Dalam waktu dekat ini, Polsek Membalong akan membuat spanduk besar bertuliskan larangan menggunakan jaring trawl. “Dengan adanya informasi itu, diharapkan masyarakat sadar dan tidak menjaring ikan menggunakan alat berbahaya itu,” ujar AKP Robby Ansyari.

Terpisah, Kapolsek Badau Iptu Dhanar Dhono meminta kepada warga Pegantungan untuk tidak melakukan aksi balas dendam saat kondisi angin beralih ke timur wilayah Pegantungan. Sebab, saat angin ini berubah masyarakat Membalong akan mencari ikan di Pegantungan. “Kami juga meminta kepada masyarakat agar tidak terprovokasi dengan adanya kasus yang terjadi di Membalong. Biar polisi yang menyelesaikan masalah ini,” katanya.

Sementara itu, tokoh nelayan Pegantungan Lau mengakui tidak menyimpan dendam terhadap masyarakat Ulim Membalong. Dirinya, mempersilahkan siapapun mencari ikan di Kawasan Pegantungan. “Kami akui salah, kita menjaring ikan di Membalong menggunakan trawl. Kita tidak menyimpan dendam dengan masyarakat Ulim,” katanya. (kin)