Polisi Amankan 6 Pelaku Tambang

by -

*Diduga Menbambang di Kawasan HLP Daerah Pelaik

GANTUNG – Diduga melakukan kegiatan penambangan di dalam kawasan hutan, enam orang penambang diamankan jajaran Opsnal Polres Belitung Timur (Beltim). Keenam penambang menambang di Kawasan Hutan Lindung Pantai (HLP) Daerah Pelaik, Desa Lilangan Kecamatan Gantung, Senin (11/4) kemarin.

“Mereka ini diduga melakukan aktifitas tambang di dalam kawasan Hutan Lindung pantai (HPL), tanpa izin Menteri atau melakukan Usaha Penambangan tanpa IUP, IPR atau IUPK,”ungkap Kapolres Beltim, AKBP.Nugrah Trihadi,S.ik melalui Kasat Reskrim Polres Beltim, AKP, Andi Purwanto, di ruang kerjanya, Rabu (13/4) kemarin.

AKP Andi mengatakan, tersangka akan dijerat dengan pasal 89 ayat (1) huruf a UU RI No. 18 Tahun 2013, tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. Atau, akan dijerat Pasal 158 UU RI No.04 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara.

Ia menjelaskan, penindakan berawal dari laporan masyarakat yang melaporkan adanya aktivitas tambang di dalam kawasan terlarang yang tanpa dilengkapi izin. Karena itu, anggota Opsnal Polres Beltim, langsung bergerak dan mengamankan pelaku tambang tersebut.

“Setelah anggota ke lapangan, ternyata benar, dan mereka menemukan pelaku tambang Inkovensional (TI) yang berada di HLP, dan tanpa memiliki IUP, IPR, atau IUPK,” terangnya.

Menurut AKP Andi keenam tersangka yaitu YG, SR, IS, RD, JH, dan PW kini sudah diamankan beserta dengan barang bukti lainnya, di Mapolres Beltim.

“Mereka saat sedang dilakukan pemeriksaan. Jika bersalah makan akan dijerat dengan pasal 89 jungto 17 Undang-Undang nomor 18 tahun 2013 tentang Kehutanan. Selain itu, untuk menguatkan sangkaan, tersangka juga dikenakan pasal 158 Undang-Undang RI No.04 tahun 2009 tentang Minerba,” tandasnya.  (feb)