Polisi Amankan Pupuk 10 Ton

by -

*Diduga Hendak Digelapkan untuk Dijual Lagi

BAKAM – Pupuk sebanyak 10 ton berhasil diamankan Polsek Bakam, Kamis (5/3) dari truk bernopol BN 4100 AW. Diduga, pupuk ini hendak digelapkan lalu dijual kembali diatas harga yang ditetapkan. Kabag Ops Polres Bangka Kompol Joko Isnawan didampingi Kapolsek Bakam Ipda Dwi kepada sejumlah wartawan di Mapolsek Bakam Minggu (8/3) menjelaskan, pengungkapan tersebut bermula Kamis kemarin (5/3) Polsek Bakam melakukan giat rutin yang ditingkatkan di ruas jalan raya Tiang Tara dengan merazia setiap kendaraan yang lalu lalang disana.
Pada kesempatan tersebut, seluruh kendaraan yang melintas dilakukan pemeriksaan baik muatan serta kelengkapan kendaraannya. Saat petugas sedang melakukan razia, tiba-tiba melintas mobil dump truck berwarna kuning. Lantaran bak mobil tersebut ditutup menggunakan terpal, petugas pun menghentikan laju kendaraan tersebut. “Setelah kita lakukan pemeriksaan, ternyata mobil dump truck tersebut bermuatan pupuk jenis mahkota,” jelasnya.
Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan petugas di lapangan, petugas mendapati surat jalan muatan pupuk tersebut ternyata tidak sama dengan nopol dump truck. “Berdasarkan pemeriksaan yang kita lakukan di lapangan, untuk sopir dan kernet membawa dokumen dan surat jalan tidak sama dengan plat mobil. Di surat jalan tersebut dikeluarkan oleh PT MKL Jelutung Subur ini tertera BN 4071 AW. Sementara itu untuk plat mobilnya sendiri BN 4100 AW,” terangnya.
Akan hal tersebut, petugas pun menggiring keduanya ke Mapolsek Bakam guna dilakukan pemeriksaan. “Setelah kita lakukan pengecekan dengan pihak Jelutung, ternyata pada hari itu mereka tidak mengeluarkan surat jalan kepada PT BPL Bukit Emas, karena mereka hanya mengeluarkan rute ke Mayang. Jadi mereka tidak ada kontak ke PT BPL. Sehingga akan hal tersebut mobil itu berikut barang buktinya serta supir dan kernetnya kita amankan ke Mapolsek Bakam,” jelasnya kembali.
Kapolsek Bakam Ipda Dwi menambahkan, surat jalan itu tulis oleh sang supir (Marta-red) saat dalam perjalanan dengan tujuan untuk mengelabui petugas. “Berdasarkan keterangan dari saudara Marta dan kernet itu sebanyak 205 karung pupuk Mahkota jenis KCL yang mana perkarungnya beratnya 50 kg. Pupuk itu menurut keterangannya bukan untuk dijual kepada perusahaan tapi pupuk itu akan di jual kembali secara eceran,” terang kapolsek.
Dengan tertangkapnya kedua pelaku pemalsuan dokumen muatan pupuk ini, kata kapolsek, Sabtu kemarin (7/3) Direktur PT EMKL melaporkan kedua pelaku secara resmi ke Mapolsek Bakam. “Pada hari Sabtu, bapak Suhaimi selaku direktur PT EMKL telah melaporkan ke kita sehubungan dengan pemalsuan dokumen. Karena dokumen ini dipegang oleh saudara Bobo yang sebelumnya mandor PT EMKL tapi sudah di pecat oleh perusahaan itu sekitar 1 bulan yang lewat. Sedangkan untuk berkas ini belum dicabut oleh pihak perusahaan. Untuk Marta dan Bobo ini sebelumnya karyawan PT Jelutung Subur,” jelasnya lagi.
Atas perbuatannya, Marta dan Bobo dikenakan pasal 263 tentang pemalsuan surat dan dokumen dengan ancaman 5 tahun penjara. “Lantaran pupuk ini punya Sinar Mas, jadi hari ini (kemarin) barang bukti beserta tersangkanya kita limpahkan ke Polsek Sungai Selan guna dilakukan penyidikan lebih lanjut. Disini kita hanya memproses masalah pemalsuan dokumen yang dilakukan oleh kedua tersangka,” pungkasnya.(rif)