Polisi Ancam Grup Musik SDW

by -

*Diduga Style Musik dan Biduan Picu Kericuhan

TANJUNGPANDAN-Pasca terjadinya kericuhan pada sebuah pentas musik di Bulu Tumbang, Minggu (15/3) lalu, Kapolsek Tanjungpandan Kompol Sonny Bhakti Wibowo memanggil Sekertaris Desa Buluh Tumbang Agus Triyadi dan Pemilik Orkes Sadewa (SDW) Toni, di Polsek Tanjungpandan, (17/3) kemarin.

Dalam pertemuan ini, Kapolsek menglarifikasi adanya permasalahan tersebut. Munurutnya, semua permasalahan sudah di selesaikan. Kapolsek angkat bicara, mengenai masalah tidak ada anggota polisi saat peristiwa tersebut.
Menurut Kompol Sonny, saat itu tidak ada laporan dari masyarakat tentang adanay peristiwa tersebut. “Setelah saya tanyain anggota, semua telah diselesaikan oleh masyarakat sekitar, sehingga mereka tidak melapor ke Polsek maupun Babin setempat,” ujarnya.
Atas terjadinya peristiwa tersebut, Kapolsek memberikan peringatan tegas kepada pemilik grup musik Sadewa, agar merubah stylenya. Menurut Kapolsek, pemilik msuik orgen ini sudah beberapa kali membuat pernyataan, namun tetap saja grup musik ini memicu terjadinya ricuh saat pentas.

“Ini peringatan yang terakhir. Jika grup musik dibawah naungan Toni, baik Sadewa maunpun D Flora atau apapun merknya, jika berbuat ricuh, maka izinnya akan kami blacklist (hapus,red) di Tanjungpandan,” tegas Kapolsek.

Sementara itu, Sekertaris Desa Bulu Tumbang Agus Triyadi mengatakan, awalnya dirinya tidak mengetahui adanya kericuhan tersebut. Namun, pada esoknya, Senin (16/3) dirinya mendengar adanya peristiwa tersebut.
“Menurut laporan dari saksi-saksi, membenarkan adanya peristiwa kericuhan tersebut. Namun, semua dapat diatasi. Setelah warga sekitar melerainya. Hingga akhirnya musik kembali dilanjutkan,” katanya.

Terpisah, pemilik dan juga penanggung jawab grup musik Sadewa ini mengatakan, dirinya siap merubah style penampilan penyanyinya. “Saya siap merubah style penampilan artis kami,” ujarnya. (kin)