Polisi Ancam Tindak Tegas

by -

*TerhadapĀ  Tindak Penimbunan Bahan Pangan dan Sembako

TANJUNGPANDAN-Menyusul kondisi harga-harga bahan pangan di Indonesia yang belakangan melonjak tajam, Polisi tak tinggal diam. Polres Belitung menyatakan akan menindak tegas pedagang bahan pokok, seperti Daging, Ayam, Beras, Cabe dan Sayur yang menimbun barang dagangannya.
Demikian diungkapkan Waka Polres Belitung Kompol Muslim Nanggala kepada Belitong Ekspres, Senin (24/8) kemarin. Wakapolres Belitung mengatakan, penindakan tegas ini sesuai dengan maklumat Kapolri Nomor 1 tanggal 24 Agustus 2015. Maklumat tersebut berisi tentang larangan melakukan penimbunan atau penyimpanan pangan dan barang kebutuhan pokok.
Dijelaskan Wakapolres, para pengusaha maupun pedagang yang kedapatan melakukan penimbunan tersebut, akan dikenai sanksi sesuai Undang-undang Nomor 18 Tahun 2012 Tentang Pangan. Pelaku dikenai Pasal 133 yang mengacu pada Pasal 53, yakni ancaman maksimal 7 tahun kurungan penjara dan denda maksimal Rp 100 miliar.
“Bisa dikenakan sanksi UU tentang Pangan dan UU tentang Perdagangan. Ancaman hukumannya cukup berat, kami serius mengantisipasi kelangkaan pangan yang disebabkan penimbunan,”ujar Kompol Nanggala didampingi Kasat Reskrim Polres Belitung AKP Candra Matta.
Sementara informasi yang dihimpun di sejumlah sumber di lapangan, termasuk di Pasar Tanjungpandan dan sekitarnya, gejala penimbunan bahan pangan, tak terdengar kabarnya, atau bahkan isunya. Yang ada dan menjadi pembicaraan warga sekitar pasar soal melonjaknya harga bahan-bahan pangan dan kebutuhan pokok, meski kenaikan dibilang relatif. (kin)