Polisi-BNN Bidik Bandar Narkoba

by -

*Inisial AC Warga Kelekak Usang Perawas

TANJUNGPANDAN-Polisi dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Beltiung, hingga kini terus mengembangkan kasus peredaran narkoba menyusul tertangkapnya dua pengedar narkoba di Belitung, Edi dan Maydianto, belum lama ini. Dugaan kuat muncul ada gembong alias bandar narkoba yang menjadi pemasok Edi dan Maydianto serta sejumlah pengedar yang kini kasusnya sedang disidangkan di Pengadilan Negeri Tanjungpandan.
Dari pengakuan Maydianto, dirinya mendapat barang tersebut dari AC warga Kelekak Usang, Perawas, Tanjungpandan. Diduga AC merupakan salah satu bandar narkoba di Belitung. Dia mengedarkan sekaligus mensponsori narkoba jenis sabu ke pelanggan-pelanggannya yang ada di Belitung.
“Saya mendapatkan barang tersebut dari AC, banyak paket harga yang ditawarkan oleh dia, mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 2 juta,” ujar Maydianto kepada Belitong Ekspres, Senin (9/3) kemarin.
Pengakun Maydianto yang ditangkap polisi (4/3) lalu, dirinya sudah enam bulan melakukan transaksi dengan AC. Katanya, AC mendapatkan barang tersebut dari Jakarta. “Saya sudah enam bulan bertransaksi dengan AC, semuanya barang saya, mengambil ke dia (AC,Red),” pungkasnya.
Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Belitung Iptu Eko S enggan berkomentar banyak mengenai masalah pengembangan kasus ini.  “Saat ini, saya no comment (tidak komentar,Red) dulu. Anggota saya terus melakukan pengembangan mengenai kasus ini,” ujar Iptu Eko.
Terpisah, Kepala BNN Kabupaten Belitung Jumdi mengatakan, dirinya sudah mengantongi nama-nama bandar narkoba di Belitung. Menurutnya AC merupakan salah satu dari nama-nama yang tercantum di BNNK berdasarkan informasi yang masuk.
“Dugaan, dia merupakan jaringan dari BJ yang saat ini mendekan di Rutan Salemba Jakarta. Bisa jadi AC adalah menganti Wicung dan Mandra, kepala pengedar narkoba di Belitung,” ujar Jumdi.
Jumdi meminta kepada polisi agar menangkap AC. Sehingga, akan terbongkar siapa saja yang bermain dalam kasus narkoba ini. “Polisi harus kejar AC, yang saat ini diduga masih berada di Belitung,” katanya.
Jumdi menambahkan, saat ini masuknya narkoba di Belitung melalui jalur laut. karena jalur tersebut, dinilai aman, dibandingkan melalui jasa pengiriman cepat atau lewat pesawat udara. “Polisi harus mewaspadai pelabuhan- pelabuhan yang ada di Belitung, seperti Pelabuhan Tanjung Batu atau Tanjung Ru dan sejumlah pelabuhan kecil yang barnagkali dijadikan akses masuknya barang haram itu ke Belitung,” tuturnya.(kin)