Polisi: Stop Pentas Musik Malam Hari!

by -

*Polres Terbitkan Seruan pada Warga, Nekad akan Dibubarkan

 

TANJUNGPANDAN-Menyusul pentas musik hiburan yang memakan korban nyawa melayang, Polres Belitung kini lebih ketat dalam memberikan izin keramaian, khususnya di malam hari. Termasuk di wilayah hukum Badau, Polisi tak akan mudah memberikan izin bagi peyelenggaraan pentas musik.

Seperti diketahui, pasca terjadinya kasus penusukan yang menyebakan tewasnya Aditya, di Air Seruk Sijuk, Sabtu (16/1) lalu, Kapolres Belitung mengeluarkan surat perintah (sprin) untuk tidak menggelar konser musik pada malam hari.

Kapolsek Badau Iptu Dhanar Dhono Vernadie mengatakan, dirinya siap mematuhi perintah Kapolres Belitung. Polsek Badau sudah mengirim surat ke desa-desa agar tidak mengadakan hiburan musik pada malam hari.

“Polsek Badau tidak memberi izin warganya mulai dari Pegantungan hingga Air Batu Buding dan wilayah Badau, untuk menggelar konser musik pada malam hari,” ujar Kapolsek Badau kepada Belitong Ekspres, Selasa (26/1) kemarin.

Katanya, berdasarkan perintah Kapolres Belitung, hiburan boleh dilaksanakan yakni mulai pukul 12.00 WIB hingga 18.00 WIB. Hal itu dilakukan lantaran Polres Belitung tidak ingin peristiwa pembunuhan yang berawal dari konser musik pada malam hari kembali terjadi.

“Selain untuk artisnya juga diatur, yakni memakai pakaian sopan saat manggung. Jika masih ada yang menggelar konser musik pada malam hari, maka kami akan membubarkan secara paksa,” katanya.

“Kami belum tahu, hingga kapan peraturan ini. Kita akan memberi izin orkes manggung pada malam hari, apalagi Kapolres Belitung (AKBP Candra Sukma Kumara,red) mencabut larangan itu,” sambungnya.

Sementara itu, berbeda dengan di Tanjungpandan. Kapolsek Tanjungpandan Kompol Andi Rahmadi tetap mengizinkan orgen tunggal tampil pada malam hari. Kata Kapolsek, sesuai kesepakatan, hiburan orgen tunggal tetap diperbolehkan pada malam hari.

“Batas waktu yang ditentukan yakni, orkes mulai pada pukul 20.00 WIB hingga 22.00 WIB. Dan para penyanyi harus berpenampilan sopan, tidak vulgar dan tidak menampilkan musik berirama tertentu yang bisa mengundang kericuhan,” kata Kapolsek Tanjungpandan.

Sebelum melaksanakan konser musik, pemilik orgen tunggal dibuatkan surat pernyataan. Yakni, musik akan dihentikan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. “Dan Tiap konser musik, harus dijaga oleh anggota kepolisian,”pungkasnya. (kin)