Polisi Tangtap Pengoplos Elpiji

by -

*Akian Gunakan Pipa Modifikasi

KOBA – Warga Kota Koba terutama kalangan ibu rumah tangga dan pedagang kaki lima dapat sedikit bernafas lega. Pasalnya, Erwin alis Akian salah seorang pengoplos elpiji subsidi 3 kg berhasil tertangkap tangan oleh jajaran Satreskrim Polres Bangka Tengah (Bateng), Sabtu (28/3) sore. Kini, Erwin telah ditetapkan sebagai tersangka dan diamankan beserta barang bukti di Mapolres Bateng untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Warga Kampung Jawa Kelurahan Koba ini diamankan saat tengah melakukan aktifitas pengoplosan dari ratusan tabung elpiji subsidi 3kg yang dialihkan isinya ke dalam tabung besar nonsubsidi berukuran 15Kg. Akian mengoplos elpiji dengan sepotong pipa besi yang telah dimodifikasi. Karena tertangkap tangan, akhirnya Akian langsung digelandang ke Mapolres Bateng untuk diproses lebih lanjut guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. Selain mengamankan Akian, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti mulai 1 unit truk jenis Hino warna merah bernopol BN 4019 CN milik CV. Bintang Kedjora dengan NIA: 211147 yang beralamatkan di jalan raya Dul Kecamatan Pangkalanbaru, lalu ratusan tabung elpiji ukuran 3Kg dan 15Kg, termasuk pipa besi alat pengoplos elpiji subsidi.
Kasatreskrim Polres Bateng AKP Pebriandi Haloho menjelaskan, pengungkapan ini berawal dari pengembangan laporan masyarakat tentang adanya aktifitas pengoplosan elpiji tersebut. “Setelah melakukan pengintai sebulan lebih, endingnya pada Sabtu (28/3) sore sekitar pukul 14.00 WIB, kami menggerebek gudang milik Erwin alias Akian di Kampung Jawa Kelurahan Koba dan mendapati tersangka tengah mengoplos elpiji subsidi 3Kg ke tabung besar nonsubsidi,” ujar AKP Pebriandi kepada RB di ruang kerjanya, Senin (30/3) kemarin.
Selain berhasil membekuk Erwin alias Akian, pihak kepolisian pun mengamankan 1 unit truk Hino warna merah BN 4019 CN, satu pipa besi bulat yang telah dimodifikasi sebagai alat pengoplos, 198 tabung gas 3kg yang masih berisi dan tersengel yang belum sempat dioplos, 55 tabung gas 3Kg yang telah kosong karena isinya telah dioplos, kedalam 32 tabung besar nonsubsidi berkapasitas 12Kg tanpa segel.
Menurut pengakuan tersangka, jika dirinya baru melakukan pengoplosan gas elpiji tersebut sekitar sebulan lebih yang dijual diseputaran wilayah Koba. “Tersangka Erwin alias Akian, akan dijerat dengan pasal tindak pidana UU nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi, pada pasal 53 huruf a, c dan d dengan ancaman maksimal 5 tahun kurungan penjara dan dengan denda maksimal Rp.50miliar,” tegasnya.
Sedangkan dari hasil interogasi dan pemeriksaan terhadap tersangka, diakui memang mengambil ratusan gas-gas subsidi 3Kg dari agen-agen resmi di seputaran Pangkalpinang. Sehingga pihak kepolisian nantinya akan memanggil para distributor terkait ada atau tidaknya terhadap kasus penyalahgunaan gas elpiji subsidi 3kg ini. “Sementara ini, kita menyimpulkan jika Erwin ini hanya pemilik toko biasa yang menyalahgunakan elpiji subsidi, sehingga sub agen yang mensuplainya akan ditelusuri. Sehingga kemungkinannya, bisa saja ada tersangka lain dalam kasus ini,” tandasnya.(and)