Polisi-TNI Pantau ISIS dan Gafatar

by -

Polisi-TNI Pantau ISIS dan Gafatar

*Di Belitung Dinyatakan Clear Pengaruh Ajaran Sesat

TANJUNGPANDAN-Kapolres Belitung AKBP Candra Sukma Kumara menegaskan, di wilayah hukum Kabupaten Belitung tak ditemukan indikasi gerakan ISIS maupun Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang masuk ke masyarakat. Kendati demikian, Kapolres tetap mengingatkan tentang pentingnya kewaspadaan dalam membentengi pengaruh ISIS yang bisa masuk ke ideologi masyarakat secara sadar maupun tidak.

“Polisi akan menindak tegas ajaran ISIS dan Gafatar yang di Belitung,’’ tandas Kapolres, menanggapi pernyataan Ketua Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) Prof Dr KH Said Aqil Siradj, Sabtu (23/1) lalu dalam acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Ponpes Daarul Arofah, Tanjungtinggi.

Kata Kapolres Belitung, polisi terus melakukan penyidikan dan penyelidikan terhadap ajaran yang dianggap sesat oleh pemerintah ini. Di Belitung, belum ditemukan adanya ajaran-ajaran yang menyimpang dari syariat dan ajaran Islam. Sementara Prof Said Aqil sendiri menegaskan, ISIS bukan ajaran Islam.

“Kita sudah mencari dan mendeteksi, namun hasilnya nihil, dan tidak ditemukan ajaran-ajaran yang menyimpang. Untuk saat ini, Belitung aman dari ISIS dan Gafatar,” ujar AKBP Candra Sukma Kumara, kepada Belitong Ekspres, Senin (25/1) kemarin.

Kapolres Belitung menjelaskan, saat dirinya menjabat Kapolres Beltim tahun lalu, ia sempat mendeteksi adanya ajaran itu. Namun, saat dia pindah tugas di Belitung tidak memantau perkembangan ajaran itu, lantaran ia fokus ke Belitung.

Untuk mencegah masuknya faham dan gerakan terlarang itu, Polres Belitung bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Belitung selalu berupaya mendeteksi melalui berbagai kekuatan dan jaringan informasi yang dimiliki Polisi bersama mitra. Selain itu, upaya riil juga dilakukan salah satunya melakukan razia kependudukan untuk melihat asal muasal warga yang bisa saja datang tanpa identitas jelas.

“Kita terus melakukan razia-razia kepada para pendatang. Sebab, tidak menutup kemungkinan ada kelompok-kelompok kecil yang menyebarkan ajaran-ajaran sesat yang akhirnya dapat merusak Belitung,” pungkasnya.

Sementara itu, Dandim 0414 Belitung Letkol Arh Marten Verny Rorintulus melalui Danunit Intel 0414 Belitung Pelda Imam mengatakan, di Belitung belum terdeteksi adanya ajaran itu. Ajaran itu (Gafatar), adanya di Belitung Timur.

“Tahun 2014 lalu memang ada sejumlah pengikut Gafatar. Namun, sekarang orang itu sudah di Kalimantan. Sekarang yang ada hanya anaknya, tapi anak tersebut enggan mengikuti ajaran orang tuanya. Untuk Belitung, saat ini aman dari ajaran itu, dan belum terdeteksi,” katanya. (kin)