Polisi Ungkap Kematian Arifin, Diduga Menjadi Korban Curas

by -
Polisi Ungkap Kematian Arifin, Diduga Menjadi Korban Curas
Aparat kepolisian saat melakukan olah TKP korban pembunuhan.

belitongekspres.co.id, BADAU – Peristiwa tewasnya pria bernama Arifin (56) dengan kondisi bersimbah darah sudah mulai terungkap. Jajaran Satreskrim Polres Belitung menduga lelaki itu tewas karena menjadi korban pencurian dengan kekerasan (Curas).

Hal itu dibuktikan berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), di sebuah Gubuk kawasan Jalan Jawa, Desa Cerucuk, Kecamatan Badau, Jumat (29/1) siang.

“Secara kasat mata terlihat luka akibat benda tumpul di bagian kepala korban,” kata Kasatreskrim Polres Belitung AKP Chandra Satria Adi Pradana kepada Belitong Ekspres.

Mantan Kapolsek Badau ini menjelaskan, dari keterangan sejumlah saksi, dalam kasus itu sepeda motor milik korban juga hilang. Saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait kasus itu.

“Hingga saat ini kita masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Mereka adalah orang sering berkunjung  ke rumah korban,” ungkap pria Jebolan AKPOL 2012.

Sampai sekarang pihaknya masih menunggu hasil visum. Meski begitu Tim Unit Inafis dan dokter Polres Belitung sudah mengambil sampel dari tubuh korban tersebut.

Sementara itu, dari hasil visum jasad korban yang dilakukan RSUD dr Marsidi Judono ditemukan adanya indikasi tindak kekerasan fisik.

Kepala instalasi Pemulasaraan Jenazah RSUD dr H Marsidi Judono dr Gunawan Natta mengatakan, korban diperkirakan meninggal kurang lebih selama delapan jam, sebelum dilakukan pemeriksaan di rumah sakit.

“Tadi kita mulai visum luar pada Pukul 16.03 WIB. Korban diperkirakan meninggal kurang lebih enam hingga delapan jam sebelum dibawa ke RSUD,” kata dr Gunawan kepada wartawan.

Dia menjelaskan, dari hasil visum ditemukan adanya bekas pukulan benda tumpul di bagian belakang kepala korban. “Selain itu juga ada luka memar di bagian tubuh korban,” pungkasnya. (kin)