Polres Basel Amankan Botak Untung Rp 200 Ribu dari Jual Sabu

by -
babel-edisi-10-januari-2017
Aparat kepolisian saat menunjukkan Hendra alias Botak bersama barang bukti yang diamankan. Foto : Yusuf | Radar Bangka

TOBOALI – Seorang pengedar sabu-sabu Hendra alias Botak (30) diamankan Polres Bangka Selatan (Basel). Dari tangannya, polisi mendapati 5 paket sabu-sabu keci. Botak ditangkap polisi ketika sedang memperbaiki sepeda motor yang berada di kontrakannya di kawasan Jalan Dalami, Kelurahan Tanjung Ketapang, Kecamatan Toboali, Minggu (8/1) sekitar pukul 11.30 wib.

Kasat Resnarkoba Polres Basel, AKP Satriadi mengatakan berawal dari informasi yang didapati anggotanya dari masyarakat bahwa sering terjadi transaksi narkorika disebuah rumah kontrakan tersangka.  Setelah dilakukan pengeledahan ditemukan barang bukti berupa narkotika jenis sabu didalam kamar.

Atas kejadian tersebut tersangka dan barang bukti 5 paket sedang sabu-sabu, uang penjualan sebesar Rp 890 ribu, 2 buah korek api, 1 unit handpone dan 1 kertas kotak rokok yang telah dilakban warna coklat diamankan di Polres Basel guna penyelidikan lebih lanjut. Untuk melakukan penangkapan tersangka ini, petugas butuh beberapa kali melakukan upaya penangkapan karena setiap mau ditangkap barang bukti tidak ada.

“Tersangka ini penjual dan pemakai sabu, yang merupakan TO (Target Operasi) petugas, yang kerap kali sering lolos dari penangkapan karena barang bukti selalu tidak ada tapi yang terakhirnya ini petugas berhasil menangkap tersangka,” ujar Kasat Resnarkoba Polres Basel, AKP Satriadi kepada Radar Bangka, Senin (9/1). Botak diancam hukuman 12 tahun setelah terbukti melanggar pasal 112, 114 ayat 1 UU nomor 35 tahun 2009 tentang penyalahgunaan narkoba. “ Hampir 80 persen narkotika ini berawasal dari Sukadamai dan dibawa dari luar (Palembang). Makanya kedepan kita akan tetap patroli dengan bantuan Polairud dan TNI untuk masalah narkoba ini. Di Basel ini bukan hanya ada di Sukadamai saja tapi tidak menutup kemungkinan ada dibeberapa daerah lainya seperti Toboali, Sadai, Simpang Rimba dan Payung karena banyak jalan – jalan tikusnya,” tukasnya.

Botak menceritakan sudah setahun menjalani profesinya sebagai penjual barang haram tersebut di Sukadamai. Dari hasil penjualan barang haram 1 Jie tersebut, pria asal Pangkalpinang ini mengakui mendapat keuntungan Rp 200 ribu. Dimana 1 jie itu dibagi menjadi 10 bagian paket sedang yang ia beli dari kawannya yang saat ini menjadi DPO Polisi. “Belinya lewat telpon sebesar Rp 1,8 juta lalu dibungkus lagi menjadi 10 bagian (paket). Jual ngak tentu kadang ramai kadang ngak. Dari penjualan itu saya untung Rp 200 ribu dan kadang saya memakainya sendiri (sabu). Kalau ada yang pesan baru saya mencarikannya,” jelas Botak. (bim)