Polres Beltim Gelar Lomba Pantun

by -
Polres Beltim Gelar Lomba Pantun
Para tamu undangan lomba berpantun di Mapolres Beltim menikmati pantun-pantun yang ditampilkan para peserta. (Istimewa)

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Pantun memiliki keunikan dalam menyampaikan sebuah makna. Walaupun pantun merupakan karya sastra yang sudah lama namun kehadirannya masih tetap bertahan karena dapat memberi nasihat, menghibur ataupun mengungkapkan isi hati kepada seseorang dengan bahasa yang indah tentunya.

Dengan mengenakan baju adat melayu berwarna dengan tanjak di kepala, para peserta lomba pantun saling bersahut menyampaikan perasaan dan pikirannya melalui pantun yang bertemakan Mari Kita Wujudkan Situasi Kamtibmas yang Kondusif di Provinsi Kepulauan Babel dengan Melestarikan Budaya Berpantun di Mapolres Belitung Timur, Kamis (23/1/2020).

Para peserta lomba pantun dibagi menjadi 2 kategori, yaitu perorangan dan beregu dengan total sebanyak 30 orang peserta. Mereka berasal dari pelajar SMA/SMK, TNI Polri dan masyarakat umum.

Dalam kesempatan itu, mereka pantun bersahut layaknya sekelompok orang yang sedang bercerita sambil bergurau. Para peserta berusaha memberikan penampilan terbaiknya sesuai kriteria yang ditetapkan panitia yakni menggunakan bahasa melayu atau bahasa Indonesia, sesuai tema materi, harmoni, kepatutan, tidak menyinggung SARA dan kreatifitas.

Kapolres Beltim AKBP Jojo Sutarjo mengatakan pantun merupakan budaya lokal yang harus dijaga kelestariannya.

“Sejak beberapa bulan saya di Beltim ini saya banyak belajar pantun karena pantun ini sudah membudaya di daerah ini. Untuk itulah kami adakan lomba pantun ini semoga dapat melestarikan budaya pantun di Beltim,” kata AKBP Jojo.

Dalam sambutannya Kapolres berusaha membuat pantun lisan secara spontan dihadapan tamu undangan.

“Di sini gunung di sana gunung, di tengah-tengah pohon kelapa. Anda bingung, saya pun bingung. Nggak tau saya mau ngomong apa,” ujar Kapolres Jojo disambut gelak tawa tamu undangan.

Lalu Kapolres menyampaikan pantun lagi, “Pulau Bangka terkenal dengan lada, dari sejak jaman belanda. Sebentar lagi mau pilkada, usah berkelahi karena pilihan berbeda”.

“Saya menghimbau agar semua pihak dapat menjaga kamtibmas jelang Pilkada di Beltim,” pesan Kapolres.

Lomba berpantun juga dihadiri Ketua DPRD Beltim Fezzy Uktolseja, staf ahli Pemkab Beltim, seluruh perwira Polres Beltim serta ibu-ibu Bhayangkari. (rel)

Editor: Subrata