Polres Beltim Ungkap 5 Kasus, 7 Tersangka Ditahan 1 Buron

by -
Polres Beltim Ungkap 5 Kasus, 7 Tersangka Ditahan 1 Buron
Konferensi pers pengungkapan kasus bulan April di wilayah hukum Polres Beltim, Selasa (27/4).

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Jajaran Polres Beltim berhasil mengungkap 5 kasus tindak pidana sepanjang bulan April 2021. Dari 5 laporan polisi (LP) 7 tersangka sudah ditahan dan 1 lagi masih buron. Hal itu disampaikan Kapolres Beltim AKBP Jojo Sutarjo dalam konferensi pers, Selasa (27/4).

“Semuanya 5 LP. 1 LP pencurian baterai tower Telkomsel Desa Air Kelik Kecamatan Damar, 2 LP ilegal loging Gunung Duren kawasan pemurnian HTI Desa Lilangan Kecàmatan Gantung, 1 LP Ilegal loging kawasan Gunung Kik Karak Desa Senyubuk Kecamatan Kelapa Kampit, dan 1 LP Kepemilikan Senjata Api tanpa izin,” terang AKP Jojo.

Dia menjelaskan ke-7 tersangka yang sudah ditahan adalah Andri Susilo (32) pencuri baterai tower Telkomsel, Tasa Kendra pemilik Senjata Api tanpa izin. Kemudian 5 tersangka kasus ilegal loging yaitu Sopi (30), Mifthudin (32), Sugiono (30), Sambas (24), dan Kardianto (34).

“Selain itu 1 tersangka ilegal loging lainnya berstatus daftar pencairan orang (DPO) masih dalam pengejaran. Tersangka atas nama Reno (32), yang beralamat di kawasan perkebunan HTI Desa Lilangan, Kecamatan Gantung,” ungkap Kapolres Beltim.

Adapun barang bukti ilegal loging yang sudah diamankan antara lain chainsaw, parang, dan kayu. “Dari hasil penyelidikan di lapangan kami juga mengamankan senjata rakitan jenis Revolver beserta dengan 4 amunisi dari tersangka Tasa,” jelasnya.

AKBP Jojo menambahkan, untuk 4 tersangka yang diamankan dari wilayah Gunung Duren saat ini telah memasuki tahap penyidikan dan segera mungkin untuk diimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Beltim

Para tersangka dijerat Pasal 82 Undang-undang Nomor 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. Jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana. Ancaman pidananya penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun serta pidana denda paling sedikit Rp 500.000.000 dan paling banyak Rp 2.500.000.000.

“Sedangkan Tasa selaku pemilik senpi mendapat jeratan hukum berlapis. Yitu terjerat pasal 1 ayat (1) dan pasal 2 ayat (1) UU Darurat No. 12 Tahun 1951, menguasai menyimpan senjata api, amunisi, serta menyimpan senjata tajam tanpa izin. Ancaman hukuman 20 tahun penjara,” tandas Kapolres Beltim. (dny)