Polres Gelar Simulasi Sispam Kota

by -3 views

//Kantor KPUD  Diserang Massa

MANGGAR -Ratusan massa mendatangi kantor KPUD Kabupaten Beltim meminta agar penghitungan suara Pilkada  diulang kembali. Pasalnya ada dugaan dan indikasi kecurangan oleh pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Beltim periode 2015-2020.

Bentrokan massa yang mendekati kantor KPUD, dengan pasukan pengendali masa (Dalmas) saat itu tak bisa terhindarkan. Massa yang bringas tak menghiraukan himbauan aparat keamanan tersebut. Mereka melempar para petugas dengan botol plastik air kemasan.

Kepolisian pun terpaksa harus membubarkan massa dengan mobil watercanon dan juga memberikan gas air mata dan juga tembakan peringatan. Massa akhirnya bisa dibubarkan dan provokator keributan segera diamankan.

Demikian simulasi sistem pengamanan kota (Sispamkota) yang digelar Polres Beltim, Rabu (19/8) pagi, di halaman taman kota, depan Kantor Kecamatan Manggar. Sispamkota dalam rangka kesiapan aparat keamanan menghadapi Pilkada pada 9 Desember mendatang.

“Pelaksanaan simulasi pengamanan kota ini adalah persiapan menghadapi Pilkada Desember 2015. Untuk mengantisipasi apabila terjadi kejadian yang tidak diinginkan terkait unjuk rasa anarkis, dan kekuatan yang kami gunakan ini, diatur dalam peraturan Kapolri nomor 1 tahun 2009,” ungkap Kapolres Beltim, AKBP Nugrah Trihadi S.ik, usai simulasi kepada wartawan
Menurut Kapolres simulasi telah dipersiapkan berkali-kali untuk menghadapi kejadian yang sesungguhnya meskipun tindakan represif tidak diinginkan.

“Kekuatan dari elemen masyarakat yang kami harapkan, kenapa kami menggunakan gas air mata, secara rill karena untuk mengenalkan kepada warga sekitar bahwa terkena gas air mata itu sangat perih,” katanya.
Sehingga lanjut Kapolres, yang terkena gas air mata tersebut akan berkata dari mulut ke mulut. “Jangan demo lah, gas ini sangat perihhh, dan itu yang kita inginkan, mudah mudahan seperti itu sehingga tidak ada demo pada saat Pilkada 2015 mendatang semoga berjalan lancar, tertib dan aman,” pesan Kapolres sembari mengucapkan terima kasih kepada semua yang terlibat pada kegiatan tersebut.

Kepolisian dalam memecahkan masalah unjukrasa ini lebih mengedepankan tindakan persuasive dan preventif. Sedangkan tindakan represif dan hukum adalah upaya atau tindakan terakhir apabila upaya persuasive dan preventif tidak berjalan.

Kegiatan simulasi pengamanan kota dalam rangka menghadapi kontijensi Operasi Mantap Praja 2015 ini melibatkan kurang lebih ratusan personel aparat kepolisian ditambah puluhan warga masyarakat dan pelajar.
Hadir dalam kegiatan ini, ke tiga Pasangan Calon (Paslon), Pilkada Beltim, Paslon Basuri-Fezzy, Yuslih-Burhanudin, dan paslon Andeska-Musdiana. Namun pada kegiatan kemarin, Andeska nampak tidak hadir.

Selain itu, hadir Dandim 0414 Belitung, Letkol (Arh) Marthen Verny Rorintulus, Danpos AL Manggar, Letda (L) Purwanto, Kajari Manggar, Adhi Prabowo, Ketua KPUD, Pirmawan, dan anggotanya, Ketua Panwaslu Beltim, Pirmawan, Camat se Beltim dan undangan lainnya. (feb)