Polres Prihatin Atas Kasus Pembunuhan

by -

*Belum Sebulan, 2 Kasus Pembunuhan Terjadi

TANJUNGPANDAN- Kapolres Belitung AKBP Candra Sukma Kumara mengaku prihatin dengan adanya kasus pembunuhan di Belitung. Sebab, dalam waktu kurang satu bulan, sudah terjadi dua kasus krimnal yang menyebabkan hilangnya nyawa orang. Karena itu, Kapolres meminta masyarakat untuk bisa menahan diri dari tindakan yang melanggar hukum serta merugikan pihak lain, apalagi sampai membunuh orang.

Yang pertama, kasus pembunuhan di Selat Nasik. Pembunuhan ini, menewaskan kakek berusia 69 tahun yang diketahui bernama Thalib warga 07 RW 03 Dusun II Desa Selat Nasik. Korban dibunuh di  Jalan Baru RT 12 RW 04 Dusun II Desa Selat Nasik, Sabtu (7/11) lalu.

Sedangkan yang kedua pembunuhan ini terjadi di Sijuk tak jauh dari Museum Maritim, Senin (23/11) lalu yang menewaskan korban yang diketahui bernama Ali Imron. Korban meninggal usai dianiaya oleh enam pelaku dengan motif asmara terlarang alias selingkuh.

Kapolres Belitung AKBP Candra Sukma Kumara mengatakan, kedua pembunuhan ini terjadi kurang lebih dalam jangka setengah bulan. Kejadian pertama disebabkan oleh pengaruh obat batuk, sehingga pelaku yang diketahui bernama Edwin nekat menghabisi nyawa Thalib.

“Setelah kejadian itu, kita sudah menegaskan Kapolsek Selat Nasik serta polisi yang bertugas di lokasi tersebut untuk memberantas segala bentuk minuman keras, serta membatasi para remaja untuk membeli obat batuk komik dalam jumlah besar,” kata Kapolres Belitung, kepada Belitong Ekspres, Rabu (25/11) kemarin.

Sementara itu, untuk kasus pembunuhan yang terjadi Sijuk, Kapolres sudah mendengar keterangan langsung dari pelaku. Menurut Kapolres Belitung penyebab terjadinya pembunuhan beberapa hari lalu, disebabkan karena asmara.

Atas perbuatannya, masing-masing pelaku yang diketahui bernama Hamdani, Suprayogi, Mobi, Wandi, Agus dan Samin akan dikenakan Pasal 170 ke 3 KUHP Tentang Kekerasan (Penganiayaan) yang dilakukan secara bersama-sama hingga menyebabkan seseorang meninggal dunia, ancaman hukuman 12 tahun penjara.

“Keenam tersangka sudah ditahan. Setelah terjadinya peristiwa ini, kami terus melakukan himbauan dan meminta kepada guru serta tokoh agama sekitar, untuk memberikan pencerahan tentang bahaya perilaku perselingkuhan,” pungkasnya. (kin)