Polres Siap Tanggapi Kasus Umroh

by -

*Kapolres Minta Pihak Penyelenggara Bertanggungjawab.
TANJUNGPANDAN- Kapolres Belitung AKBP Candra Sukma Kumara, menegaskan pihak tour travel penyelenggara umroh, harus bertanggungjawab atas kejadian terlantarnya 98 calon jamaah umroh. Jadi, kalau memang travel tidak mampu memberangkatkan, pihaknya harus mengembalikan uang kepada calon jamaah.
Menurut Kapolres, adanya ancaman sejumlah calon jamaah umroh untuk melporkan ke polisi, Kapolres selalu terbuka dalam menanggani masalah ini. “Silahkan melapor, jika memang ada yang dirugikan. Kita akan bantu untuk menyelesaikan masalah ini,” ujar Kapolres Belitung kepada Belitong Ekspres, Rabu (25/3) kemarin di Mapolres Belitung.
Kapolres mengaku prihatin, setelah membaca Belitong Ekspres edisi Selasa (23/3) lalu. Dalam pemberitaan tersebut dikisahkan tentang perjuangan seorang ibu, yang mengumpulkan uang hingga bertahun-tahun untuk berangkat umroh. Namun, dia harus bersabar menerima ujian tersebut, menyusul tidak jelasnya keberangkatan ke Baitullah.
Kapolres menambahkan, saat ini belum ada satupun calon jamaah yang melaporkan peristiwa ini ke Polres Belitung. “Hingga saat ini, kami masih belum menerima adanya laporan dari korban jamaah umroh. Jika mereka melapor, kami akan tindak lanjuti,” pungkasnya.
Seperti yang diberitakan Belitong Ekspres, Selasa (23/3) lalu,  sejatinya kesabaran itu tak ada batasnya. Tapi, apa yang dialami oleh seorang ibu warga Aik Raya yang gagal berangkat umroh ini, sudah mulai tipis kesabarannya menyusul janji keberangkatan umroh ke Tanah Suci, tak pernah dipenuhi oleh pihak tour travel sampai saat ini. Jika hingga 31 Maret ini tak berangkat atau uang tak kembali, seoarang ibu yang diketahui bernama Lasniar Suud Said (53 tahun) ini, berniat akan melapor ke polisi alias menempuh jalur hukum.
Informasi yang dihimpun Belitong Ekspres, Lasniar Suud Said (53) warga Air Raya ini sudah bersabar mengumpulkan uang dan sudah disetorkan. Lasniar hanya satu dari sekian korban travel milik Rusli yang hingga kini nasibnya masih belum jelas. Padahal Lasniar harus bekerja hingga 10 tahun mengumpulkan uang sebagai pembantu di rumah makan. Waktu yang terbilang tidak singkat itu seakan sia-sia jika tidak berangkat umroh. Bahkan ia pernah ditabrak sepeda motor ketika mengumpulkan dana untuk umroh. (kin)