Polsek Gantung Amankan Pencuri Bongkahan Biji Timah

by -

GANTUNG – Jajaran Polsek Gantung berhasil mengungkap kasus pencurian bongkahan batu mengandung biji timah milik PT. PT Belitong Makmur Lestari (BML) yang berlokasi di Desa Bangek Kecamatan Simpang Renggiang. Aksi pelaku dipergoki tim Polsek dan pekerja perusahaan ketika berniat memindahkan bongkahan batu dalam karung, Senin (13/7) dini hari.
“Pelaku diamankan pas jam mau sahur, sekitar jam 3 dini hari. Pelaku tidak bisa berkutik karena tertangkap tangan,” ungkap Kapolsek Gantung, Iptu Ryan Faisal kepada wartawan, saat ditemui di Mapolsek Gantung, Senin (13/7) siang kemarin.
Dari aksi pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa karung berisi bongkahan batu sebanyak 22 karung. Rencananya, hasil curian akan dijual ke penampung dengan harga bervariasi sesuai kandungan bijih timah.
“Dari 4 pelaku, dua sudah diamankan sedangkan sisanya masih dalam pengejaran. Pelaku yang sudah diamankan berinisial BY (33) dan JN (43). Pelaku BY merupakan karyawan perusahaan,” jelas Kapolsek.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal terhadap pelaku, aksi pencurian di perusahaan tersebut sudah empat kali dilakukan. Dua kali berhasil, sekali batal dan terakhir gagal alias tertangkap.
“Dalam melakukan aksinya, pelaku mengumpulkan karung berisi bongkahan batu dan dikumpulkan di dekat pagar. Setelah cukup, malam hari baru mereka beraksi dengan cara memikul satu persatu dan ditumpuk di mobil yang menunggu di luar pagar samping pabrik,” jelas Kapolsek.
Hingga berita diturunkan, kedua pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Polsek Gantung. Untuk sementara, pelaku akan dijerat dengan pasal 363 tentang pencurian.
“Sesegera mungkin kita selesaikan pemeriksaan pelaku dan kita limpahkan ke Polres Beltim,” ujar Kapolsek.
Sementara itu, pelaku yang merupakan karyawan perusahaan, BY (33) mengaku perbuatannya dilakukan karena desakan ekonomi. Gajinya sebagai karyawan dirasa tidak mencukupi karena harus menghidupi istri dan dua anaknya serta membayar cicilan sepeda motor sebesar Rp. 2.480.000,- perbulan.
“Karena ekonomi. Pokoknya karena ekonomi. Dan harus membayar kreditan sepeda motor Rp. 2.480.000,- setiap bulannya,” katanya. (feb)