Polsek Tanjungpandan Ungkap Kasus Curanmor, Tersangkanya Napi Penganiayaan

by -
Polsek Tanjungpandan Ungkap Kasus Curanmor, Tersangkanya Napi Penganiayaan

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Motor milik Herawati yang hilang pada September 2019 lalu kini terungkap. Saat ini pihak kepolisian sudah mengamankan barang bukti (BB) motor tersebut, yakni Yamaha Mio BN 7609 FI.

Selain itu, Jajaran Polsek Tanjungpandan juga memeriksa tersangka yang merupakan seorang narapidana (Napi) bernama Sahrulazi (25) warga Batam. Sekarang dia masih menjadi warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Tanjungpandan.

“Saat ini Jajaran Unit Reskrim Polsek Tanjungpandan, masih berkoordinasi dengan Lapas Kelas II B Tanjungpandan mengenai proses penyidikan pelaku yang sebelumnya terlibat kasus penganiyaan ini,” kata Kanit Reskrim Polsek Tanjungpandan Ipda I Made Wisma Rahma Saputra, Selasa (9/2).

Ipda I Made menjelaskan, terungkapnya peristiwa ini berawal saat pihak kepolisian masih menyimpan barang bukti berupa tas milik tersangka. Lalu mereka menemukan adanya satu kertas STNK. “Saat itu kita tidak sengaja membuka kembali barang bukti tersebut. Saat kita buka, kami menemukan adanya satu lembar STNK,” katanya.

Kemudian lanjut dia, pihak kepolisian melakukan pengembangan. Yakni menemui tersangka di Lapas dan dilakukan penyelidikan. Hingga akhirnya dia mengakui perbuatannya. “Barang bukti sempat dijual oleh tersangka. Saat ini untuk motor tersebut sudah kita amankan, di Polsek Tanjungpandan,” kata pria asal Pulau Dewata ini.

Kanit Reskrim Polsek Tanjungpandan mengungkapkan, kronologis kejadian saat itu korban hendak menonton orgen tunggal di kawasan Kerjan Air Merbau. Korban memarkirkan motornya tak jauh dari lokasi.

Pada saat korban mau pulang, dia mendapati motornya sudah tidak ada. Lantas korban melaporkan ke Polsek Tanjungpandan. I Made menambahkan, dalam kasus ini tersangka dikenakan Primer Pasal 363 Ayat 1 ke 5 KUHPidana Subsidair Pasal 362 KUHPidana tentang Pencurian.

“Ancaman hukumannya lima tahun penjara. Untuk proses penyidikan kita masih berkoordinasi dengan pihak lapas. Untuk tersangka Sahrul merupakan tahanan kasus penganiyaan di Air Merbau. Beberapa waktu lalu, kita amankan dia di Kelapa Kampit Belitung Timur,” tandas mantan KBO Satreskoba Polres Belitung. (kin)