Ponton TI Apung Jungku Diangkut Aparat

by -

MUNTOK-Polres Bangka Barat (Babar) akhirnya menindak tegas keberadaan TI Apung di dua dusun yang ada di Desa Air Putih yaitu Dusun Jungku dan Selindung. Senin (19/10) kemarin, TI Apung di dua lokasi tersebut diamanakan yang dipimpin langsung Kabag Ops Polres Babar Kompol Chandra Kurnia Setiawan, S.IK, MH didampingi Kasat Pol Air Polres Babar Iptu Elpiadi, Kapolsek Muntok Iptu Yogi Pramagita dan Kasat Shabara Polres Babar AKP David Charlie.
Sebelum dilakukan penertiban tersebut, Polres Babar telah menghimbau kepada para pemilik tambang ilegal TI Apung baik yang ada di Dusun Jungku maupun Sleindung untuk segera menghentikan aktivitasnya setelah mendapatkan laporan dari para nelayan yang merasa resah. Namun sayangnya himbauan tersebut bukannya untuk ditaati melainkan sejumlah TI Apung baik yang Jungku maupun Selindung masih saja terus beroperasi.
“Sebelumnya sudah himbuan dari kita supaya pemilik tambang ilegal untuk segera menghentikan aktivitasnya, karena kita sudah banyak mendapatkan laporan baik yang disampaikan langsung maupun pemberitaan media massa. Himbaun tersebut sudah kita sampaikan tanggal 5 Oktober 2015 yang lalu, tetapi hingga hari ini (kemarin) juga masih ada beberapa ponton TI Apung yang terus beroperasi. Oleh karena itu, kita akan mengambil langkah tegas, tidak ada toleransi lagi, semua ponton yang masih beroperasi akan kita tarik dan diamankan di Makopos Polair,”ujar Kabag Ops Kompol Chandra Kurnia Setiawan, S.IK,MH seizin Kapolres Babar AKBP Daniel Viktor Tobing, S.IK di lokasi penertiban TI Apung Dusun Selindung, Senin (19/10).
Ia mengatakan, dari hasil operasi penertiban yang dilakukan hari ini, sebanyak enam ponton yang berhasil ditarik atau diamankan. “Hari ini (kemarin) kita hanya mampu menarik (mengamankan,red) sebanyak enam ponton, mengingat keterbatasan armada untuk menarik ponton-ponton yang adan. Tapi, yang perlu kawan-kawan ingat semua ponton yang ada disini (lokasi,red) akan kita tarik dan kita amankan, tidak boleh lagi ada aktivitas tambang illegal seperti TI Apung di sini (selindung jungku,red), karena kalau kita tidak mengambil tindakan tegas seperti ini makan kita khawatirkan akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, kemudian aktivitas yang ada sekarang ini adalah ilegal,”kata dia.
Berdasarkan pantauan harian ini setelah adanya himbauan yang disampaikan pihak kepolisian beberapa waktu yang lalu, saat ini jumlah ponton TI Apung di Dusun Selindung sendiri memang sudah berkurang, yang tadinya bisa mencapai 100 lebih pontoh, namun sekarang masih tersisa sekitar 35 ponton, namun hal tersebut berbanding terbalik dengan kondisi yang ada di Jungku, tadinya Jungku ini sedikit tetapi sekarang berubah menjadi lebih banya setelah adanya himbauan tersebut, kurang lebih ada sekitar 50 ponton di Dusun Jungku sendiri.(ray)