Positif Covid-19 Warga Gantung Meninggal 5 Jam Usai Melahirkan 

by -
Bertambah 12, Kasus Covid-19 di Beltim Tembus 439 Orang
Ilustrasi

belitongekspres.co.id, MANGGAR – DA (20) warga Dusun Sumping RT 02 Desa Batu Penyu, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur (Beltim) meninggal dunia usai melahirkan, Sabtu (27/4) malam, dalam kondisi positif Covid-19. DA merupakan pasien ke-8 meninggal dunia akibat covid-19 di Beltim.

Direktur RSUD Beltim, dr. Vonny Primasari mengatakan, DA meninggal 5 jam usai melahirkan melalui boperasi sesar. “Pasien meninggal 5 jam setelah operasi dilakukan karena mengalami perburukan kondisi,” terang Vonny, Ahad (28/3).

Awalnya, kata dr Vonny, DA sempat mengalami kejang-kejang di rumahnya. Sehingga pihak keluarga melarikan DA ke Puskesmas Gantung. Tiba di Puskesmas pun pasien masih dalam kondisi kejang-kejang.

“Pihak Puskesmas Gantung berkontak dengan RSUD Beltim untuk merujuk pasien tersebut. Sebelumnya dilakukan tes swab antigen terhadapnya dan menunjukkan hasil positif terpapar Covid-19,” ungkap dr. Vonny.

Lebih lanjut dia mengatakan, dari keterangan keluarga DA memang sudah demam sejak dua hari sebelumnya. Namun menurut keluarga, DA tidak pernah kontak dengan orang yang positif Corona.

“Setelah dirujuk, DA langsung diarahkan ke IGD Gedung Isolasi RSUD Beltim. DA mengalami kejang lagi. Karena kehamilannya yang sudah menginjak usia 35-36 bulan, maka dokter memutuskan untuk segera mengoperasi pasien dengan persetujuan keluarganya,” jelasnya.

Hingga pukul 13.40 WIB, Sabtu (27/3), operasi sesar selesai dilakukan. Namun kondisi medis sudah memburuk, ditandai dengan tensi yang tinggi. “Bayinya selamat lahir dengan berat 2.4 kilogram. Bayi itu langsung diswab antigen dan hasilnya negatif. Sampai hari ini kondisinya baik dan sore ini akan dilakukan swab antigen kedua,” ujarnya.

Usai operasi hingga dinyatakan meninggal, DA tidak sadarkan diri sehingga belum sempat melihat bayi yang ia lahirkan. Kata dr. Vonny DA mengalami eklampsia atau kejang pada saat kehamilan. Dia menyebut hal ini merupakan kondisi gawat darurat dalam kehamilan, apalagi ditambah dengan status pasien terkonfirmasi positif covid-19.

“Sampai pukul 18.15 WIB pasien mengalami perburukan. Dokter dan perawat sudah berupaya semaksimal mungkin seperti resusitasi jantung paru sampai 12 siklus. Pukul 18.44 WIB dinyatakan meninggal dunia,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Beltim Surya Mulyana mengatakan, bahwa jenazah pasien DA dimakamkan di Desa Batu Penyu Gantung. “Seperti biasanya, pasien dimakamkan sesuai SOP Covid-19, mengikuti protokol kesehatan,” jelas Surya kepada Belitong Ekspres. (dny)