Potensi Konflik Pilkada 2020 Beltim Jadi Perhatian Bawaslu

by -
Potensi Konflik Pilkada 2020 Beltim Jadi Perhatian Bawaslu
Ketua Bawaslu Beltim, Wahyu Epan Yudhistira.

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Potensi konflik selama tahapan Pemilihan Kepala Daerah tahun 2020 menjadi perhatian khusus jajaran Bawaslu Kabupaten Beltim. Karenanya, secara kelembagaan, Bawaslu berupaya menyiapkan SDM mereka jika sewaktu-waktu ada gugatan sengketa yang dilaporkan.

“Dari kemarin (Senin), Bawaslu melakukan penguatan dan pemastian kapasitas terkait penyelesaian sengketa dalam bentuk simulasi,” ujar Ketua Bawaslu Beltim, Wahyu Epan Yudhistira Selasa (8/4) usai simulasi penyelesaian sengketa di kantor Bawaslu.

Dijelaskan Epan, penyelesaian sengketa sebagaimana diatur dalam Undang-Undang dapat berupa terbuka, tertutup dan cepat. Kewenangan Bawaslu sebagai pihak yang menyelesaikan sengketa dapat diteruskan ke jajaran Panwascam sesuai kewenangan yang diamanatkan Undang-Undang.

“Ada simulasi terbuka, tertutup dan sengketa cepat. Sengketa cepat akan kita teruskan ke Kecamagan karena kewenangan sengketa cepat juga ada kewenangan dan tugas Panwas Kecamatan,” jelas Epan.

Menurut Epan, simulasi sengketa mempedomani mempedomani Perbawaslu nomor 2 tahun 2020 tentang tata cara penyelesaian sengketa pemilihan serta petunjuk teknis nomor 0419/K.Bawaslu.PM.07.00/VII/2020 tentang sengketa Gubernur, Bupati dan Walikota.

“Penting dilakukan penguatan sehingga nanti pada saat kita harus berhadapan dengan potensi sengketa sudah siap. Potensi sengketa ada disetiap tahapan, baik penyelenggara dengan peserta atau peserta dengan peserta,” bebernya.

Sebagai bentuk penyebarluasan, Bawaslu Beltim secara bertahap akan mensosialisasikan penyelesaian sengketa kepada partai politik. Sehingga partai politik maupun peserta pemilihan mengetahui hak apa saja dalam pengajuan sengketa maupun batasan-batasannya sebagaimana peraturan.

“Satu diantaranya yang menjadi identifikasi potensi kita yaitu terkait pemasangan APK di masa kampanye. Itu juga potensi atau objek yang bisa diajukan para pihak untuk diselesaikan melalui sengketa cepat,” tukasnya. (msi)