PPN Bantah Proyek Gagal

by -

*Program Pengerukan Alur Pelabuhan Masih Proses Aanwijzing

TANJUNGPANDAN-Pernyataan Bupati Belitung Sahani Saleh soal gagalnya proyek pengerukan alur di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Tanjungpandan, dibantah oleh otoritas  PPN Tanjungpandan. Sebab, proyek itu bukannya gagal, tapi memang sedang dalam proses pelelangan karena di alur PPN sudah terjadi pendangkalan.
“Bukan gagal, sekarang masih dalam proses lelang. Kan baru proses penjelasan pengadaan alias aanwijzing (penjelasan proyek,Red) dari panitia pengadaan,’’ ujar Kepala PPN Tanjungpandan Sutardjo kepada Belitong Ekspres menanggapi statemen Bupati yang disampaikan kepada wartawan saat kegiatan Ukrida Conference Nasional di BW Suite Hotel , Belitung (3/9) dan ditegaskan kembali di kantor DPRD usai rapat (4/9), lalu.
Menurut Sutardjo, pihaknya sudah melakukan klarifikasi kepada Bupati masalah proyek senilai Rp 12 miliar bersumber dari dana Pusat tersebut. “Saya sudah hubungi Beliau (Bupati,Red), sudah saya jelaskan, jadi bukan gagal tapi memang masih penjelasan,’’ ungkap Sutardjo melalui jaringan telepon seluler kepada BE, belum lama ini.
Dia berharap, proses pengadaan ini bisa berjalan lancar sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik pada nelayan. “Semestinya kita sebagai orang Belitung bisa bangga dan harus menyukseskan kegiatan ini. Sebab, adanya pengerukan alur yang mengalami pendangkalan ini, akan sangat membantu para nelayan yang hendak berlabuh di pelabuhan. Karena memang sudah beberapa tahun terakhir menjadi keluhan nelayan terjadinya pendangkalan,’’ ungkap Sutardjo.
Belitong Ekspres pun sekitar setahun lalu, sempat juga menerima adanya laporan berikut keluhan sejumlah nelayan mengenai pendangkalan alur di PPN Tanjungpandan. Harapan nelayan, dengan berjalannya proyek ini, akan sangat membantu aktivitas nelayan yang hampir setiap hari harus melaut sebagai mata pencaharian utama mereka. Ratusan nelayan tetap saja menggunakan jasa PPN ini karena lokasinya yang strategis.
Seperti diberitakan BE, (5/9)lalu, Bupati Belitung Sahani (Sanem) buka-bukaan terhadap sejumlah proyek yang bermasalah dan gagal dilaksanakan di Kabupaten Belitung. Sanem mengungkapkan, penyebab gagalnya proyek-proyek tersebut di antaranya karena ulah oknum konsultan copy paste konsep.
Dia mencontohkan, seperti proyek pengerukan alur di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) yang menelan anggaran Rp 12 miliar. Anggaran sebesar itu sudah disediakan melalui dana APBN untuk memperdalam alur yang dangkal.

Namun, karena ulah oknum konsultan copy paste, proyek pendalaman alur pun gagal. Konsep yang ditawarkan oknum konsultan tersebut tidak bisa diterapkan di Belitung. Pasalnya, konsep yang ditawarkan hanya mencontek pengerukan alur dari daerah lain.

“Salah satu contoh gagalnya pengerukan pasar ikan. Setelah datang tim teknis tidak bisa dipakai konsep dia,” kata Sanem usai menghadiri rapat di Kantor DPRD Belitung, Jumat (4/9).(agu/ade)