Presiden Dukung LIDI di Beltim

by -

*Eddy Sofyan: Sebagai Ajang Pembinaan Sekaligus Promosi Pariwisata Belitong

TANJUNGPANDAN-Penyelenggaraan Liga Desa Indonesia (LIDI) yang hendak digelar Badan Sepakbola Rakyat Indonesia (BASRI)  Agustus-September 2015 mendatang di Belitung Timur, nampaknya mendapat respon positif dari Presiden RI Ir Joko Widodo. Setidaknya, agenda LIDI tersebut sudah disampaikan secara informal kepada Presiden di tengah-tengah kunjungan kerja di Belitung, Sabtu (20/6), pekan lalu.
Ketua BASRI (Badan Sepakbola Seluruh Republik Indonesia) Eddy Sofyan, kepada Belitong Ekspres, Sabtu (20/6) lalu mengatakan, Presiden Ir Joko Widodo mendukung adanya turnamen sepakbola “Gala Desa” di Beltim.  “Presiden setuju dengan adanya LIDI (Liga Desa Indonesia) ini.  Bahkan Pak Jokowi mendukung adanya turnemen sepakbola yang diikuti tim dari 33 provinis di seluruh Indonesia tersebut,” ujar Eddy Sofyan.
Menurutnya, turnamen sepakbola ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas para pemain. Apalagi dengan kondisi PSSI yang masih dibekukan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), banyak pemain yang faktanya menganggur. “LIDI ini juga bisa menjadi solusi alternatif di tengah kondisi PSSI yang sedang tidak eksis. Dan para pemain yang mungkin mau bergabung mewakili provinsi masing-masing, akan bisa mengobati kerinduan main di kompetisi,’’ ungkap Eddy.
Selain solusi di tengah meredupnya sepakbola nasional, LIDI ini secara prinsip menjadi ajang pembinaan insan sepakbola di tanah air. “Kita tidak perlu mempersoalkan adanya kondisi di PSSI, itu sudah diurus negara. Sekarang bagaimana kompetisi sebagai ajang eksistensi para pemain di tanah air ini bisa menjadi jalan keluar di tengah kebekuan PSSI,’’ papar pegiat sepakbola yang sudah melanglang buana sejak tahun 1980 an ini.
Dijelaskan, 32 tim dipastikan ambil bagian dalam kompetisi tingkat nasional ini. Pembukaan direncanakan akan dilaksanakan di Stadion BTP Beltim. Yang pasti, drawing sudah dilakukan terhadap 32 tim tersebut yang terbagi dalam delapan grup.
Eddy meyakini, selain aspek pembinaan olahraga, adanya kompetisi yang digelar di Pulau Belitung ini akan membawa efek domino, khususnya terhadap sektor pariwisata. “Setidaknya jika 32 tim ini membawa masing-masing 20 orang, sudah mencapai 600 orang. Bisa jadi dengan para suporter dan pendukung mencapai ribuan orang yang datang ke Pulau Belitung,’’ paparnya dengan penuh semangat.
Dikatakan, multi player effect dari kegiatan-kegiatan semacam ini jelas akan mampu mendorong perecepatan pembangunan sektor pariwisata. “Diharapkan mereka yang datang, selain berkompetisi olahraga, juga sekalian berwisata. Dan mereka bisa ikut mempromosikan keindahan Pulau Belitung yang kini sudah menjadi destinasi wisata nasional, bahkan internasional,’’  ungkap Eddy.
Dia berharap, semua pihak bisa mendukung LIDI yang diadakan di Pulau Belitung ini. “Semoga kompetisi dan kegiatan-kegiatan bertaraf nasional akan lebih banyak digelar di Belitung, sehingga mampu mengangkat tingkat kunjungan ke Belitung dan semua sektor akan bisa merasakan dampak positif,’’ pungkasnya.(kin)