Presiden Dukung Pariwisata Belitung

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

*Ingatkan untuk Jaga Keindahan Pantai, Tak Bicara Soal Timah

TANJUNGPANDAN-Presiden RI Ir H  Joko Widodo menyatakan dukungannya atas program pengembangan sektor pariwisata yang kini sedang menjadi fokus Pemerintah Kabupaten Belitung. Karena itu, Presiden mewanti-wanti agar kondisi laut yang sudah indah ini bisa dijaga dengan baik agar pariwisata bisa berkembang pesat.
Presiden mengkaui terpesona dengan keindahan Pantai Tanjungkelayang, Sijuk yang dikunjunginya. Hal tersebut diungkapkan Joko Widodo kepada sejumlah wartawan di Bandara HAS Hanandjoeddin, Sabtu (20/6), petang, akhir pekan lalu sebelum bertolak ke Bangka usai kunjungan di Belitung Timur.
“Sekarang jangan bicara timah di Belitung. Potensi pariwisata harus dikembangkan. Kalau dikelolah dengan baik, pasti pantai ini akan lebih bagus. Pantai Tanjungkelayang memiliki pesona keindahan luar biasa dan bisa dijadikan ikon pariwisata Belitong,” ujar Presiden kepada wartawan saat hendak masuk ke dalam pesawat menuju ke Pangkal Pinang.
Sementara usai meresmikan operasi Pelabuhan Tanjungbatu, Belitung, Presiden sempat mengungkapkan, potensi dan kekuatan terbesar untuk hasil komoditi di Kepulauan Bangka Belitung adalah timah. Namun demikian, komoditi timah saat ini sedang dalam kondisi “lesu” dan harganya anjlok.
“Bukan hanya komoditi timah, harga produk-produk lainnya pun profilnya hampir sama (harganya jatuh,red),” ujar Jokowi Sabtu pagi (20/6) kemarin, dalam acara peresmian pengoperasian Pelabuhan Tanjungbatu.
Presiden RI ke-7 ini sempat mengungkapkan, bahwa kehadiran dirinya ke Provinsi Babel yakni atas hasil pertemuan dirinya dengan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Rustam Effendi di Jakarta pada tiga setengah bulan yang lalu.
“Pak Gubernur (Rustam Effendi,red) pernah menyampaikan kepada saya (Presiden Jokowi,red) mengenai kondisi komoditi timah di Bangka Belitung yang mulai dari tata kelolanya, manajemennya harus segera dibenahi,” bebernya.
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menilai, timah merupakan hal yang sangat penting dan tidak bisa dipungkiri bagi masyarakat Babel. Sebab, masih menjadi isu besar yang amat potensial sehingga perlu dicarikan solusinya atas kondisi dan masalah yang sedang dihadapi.
“Manajemen pertimahan harus kita atur antara masyarakat, Pemerintah dan Pengusaha. Sebab, timah ini adalah kekuatan ekonomi masyarakat di Babel,” kata Jokowi.
Ketika ditanya lebih jauh mengenai upaya antisipasi pemerintah terkait merosotnya harga komoditas timah saat ini, Jokowi justru membuat suasana menjadi tidak tegang. Jadi,  seluruh awak media yang hendak merekam suaranya akhirnya justru ikut tertawa.
“Saya akan lihat timahnya dulu. Saya belum lihat timahnya, kok sudah disuruh komentarin. Saya sebenarnya sudah tahu profilnya,” tutupnya dengan sedikit bercanda.(mg2/kin/agu)

banner 1200x200

Rate this article!
author

Author: