Pria 60 Tahun Meninggal Karena Serangan Jantung, Bukan Indikasi Covid-19

by -
Pria 60 Tahun Meninggal Karena Serangan Jantung, Bukan Indikasi Covid-19
Polisi evakuasi korban menggunakan APD.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr H Marsidi Judono, menyatakan meninggalnya pria berinisial JH (60), di Kontarakan Jalan Swadaya, Kelurahan Tanjungpendam, Minggu (31/5) akibat serangan jantung.

Meski sebelumnya diketahui riwayat perjalanan korban dari luar Belitung, yakni dari Jakarta sebelum ditemukan tewas. Namun pada saat dilakukan visum oleh RSUD Marsidi Judono, tidak ada indikasi tewas karena virus corona.

Direktur RSUD H Marsidi Judono Tanjungpandan dr Hendra SpAn mengatakan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap korban, murni dia meninggal lantaran penyakit jantung yang dialaminya. Tidak ada indikasi Covid-19.

“Mengenai masalah riwayat perjalanan korban dari Jakarta ke Belitung, itu memang benar. Tapi sudah lama. Sekitar bulan Maret lalu,” ujar Dr Hendra kepada Belitong Ekspres, Senin (1/6) kemarin.

Sebelumnya, seorang pria ditemukan sudah terbujur kaku di salah satu kontrakan, Jalan Swadaya, Kelurahan Tanjungpendam, Minggu (31/5) siang sekitar pukul 13.00 WIB. Diketahui pria yang berinisal JH (60) ber-KTP Jakarta, tewas diduga karena serangan jantung. Peristiwa ini berawal dari laporan masyarakat mengenai adanya penemuan mayat tersebut.

Mendapat laporan itu, Tim Indentifikasi Polres Belitung dan Polsek Tanjungpandan langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Setelah itu, membawanya ke RSUD dr H Marsidi Judono, dengan APD untuk dilakukan visum.

Kasatreskrim Polres Belitung Iptu Chandra Satria mengatakan, dari hasil olah TKP tidak ditemukan adanya indikasi kekerasan terhadap korban. Selain itu, barang-barang yang ada dikediaman JH masih utuh.

“Sementara dugaan kami meninggal akibat serangan jantung. Sebab, saat kami melakukan olah TKP kita menemukan adanya surat keterangan penyakit jantung di kamar korban,” kata Iptu Chandra kepada Belitong Ekspres.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Belitong Ekspres, sebelum korban ditemukan meninggal dunia, JH sempat memiliki riwayat perjalanan ke luar kota. Yakni ke Jakarta, tepatnya sebulan lalu sebelum bulan puasa.

Bahkan kabarnya sempat melakukan isolasi secara mandiri. Ketika disinggung mengenai hal itu, pihak kepolisian masih enggan berkomentar. Sebab masih menunggu hasil visum dari RSUD dr H Marsidi Judono.

“Kalau dari kami sudah melakukan visum. Hasilnya tidak ada indikasi kekerasan. Namun, kita juga masih menunggu hasil dari RSUD dr H Marsidi Judono,” pungkas Iptu Chandra. (kin)