Prihatin, Anak Sudah Mencuri

by -

TANJUNGPANDAN-Sering terjadinya kasus pencurian yang melibatkan anak di bawah umur, membuat Ketua Lembaga Peduli Perempuan dan Anak (LPPDA)  Nelly Spd, prihatin. Pasalnya dalam waktu seminggu ini, sudah ada dua kasus pencurian yang melibatkan anak di bawah umur.

Yang pertama, hal tersebut terjadi di Polsek Badau, beberapa hari lalu. Pada saat itu, tersangka menyerahkan diri ke Kantor Polisi (Polsek Badau,red), didampinggi kakek, lantaran mencuri pompa mesin di daerah Cerucuk.

Sedangkan yang kedua, Tim Buser Polres Belitung berhasil mengamankan
Pelaku pencurian HP di konter di Jalan Gatot Subroto Paal Satu, Minggu (29/3) lalu. Pelakunya juga merupakan anak di bawah umur.

Seperti diberitakan Belitong Ekspres, Senin (30/3) kemarin. Setelah beberapa hari buron, akhirnya Tim Polres Belitung akhirnya berhasil mengamankan pelaku pencurian HP, di konter milik Thin Thin (24/3) lalu, di Jalan Gatot Subroto RT 18 RW 7 Paal Satu.

Pelaku yang diketahui berinial KV (14) warga Jalan Ali Uyub Kelurahan Tanjungpendam ini, diamankan Tim Buser, Minggu (29/3) siang kemarin, di Kampung Laut Paal Satu. Setelah berhasil melacak keberadaan pelaku yang masih di bawah umur ini.

Menurut Nelly, dalam wakti seminggu ada dua kasus pencurian yang melibatkan anak di bawah umur ini pantas menjadi perhatian pemerintah dan pihak terkiat. “Saya sudah mendengar berita tersebut. Saya tidak menyangka, kasus pencurian yang pelakunya anak di bawah umur di Belitung, sudah mulai banyak, dan membuat warga maupun keluarga resah,” ujar Nelly kepada Belitong Ekspres, Senin (30/3) tadi malam.

Menurut Nelly, peran orang tua sangat dibutuh dalam menanggani kasus ini. Orang tua harus mengontrol dan mengawasi anaknya agar tidak terjerumus dalam kasus kriminal. “Selain itu, guru tempat dia bersekolah juga harus mengajarkan penguatan pendidikan tentang agama dan moral agar anak tidak melakukan perbuatan yang dilarang agama,” katanya.

Nelly berharap, jika polisi menangkap anak di bawah umur, harus dilakukan diversi (pembebasan bersyarat,red). “Karena biar gimanapun, psikolog anak mempengaruhi perkembangannya, jika dia dewasa nanti,” katanya.(kin)