Prihatin Warga Miskin, Erzaldi Teruskan Program Daging Murah

by -

KOBA – Program tahunan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Tengah (Bateng), berupa Operasi Pasar Peternakan menjual daging sapi murah bersubsidi dengan harga Rp 40 ribu/kg menjelang hari raya Idul Fitri, mendapat respon positif dari masyarakat. Terutama masyarakat kategori Rumah Tangga Miskin (RTM) atau kurang mampu.
Dikatakan Kepala Dinas Pertanian Peternakan (DPP) Bateng, Mahmudin, program operasi pasar peternakan daging sapi bersubsidi oleh Dinas Pertanian Peternakan (DPP) tersebut telah berjalan sejak 2 tahun terakhir. “Awal mula direalisasikannya program pasar murah daging sapi bersubsidi ini, Pak Bupati (Erzaldi-red) yang merasa prihatin dengan harga daging sapi yang melambung tinggi menjelang lebaran. Sehingga besar kemungkinan, jika masyarakat kategori RTM di Bateng tidak mampu membeli daging dengan harga tinggi. Maka dari itu, Pak Bupati melalui DPP memprogramkan pasar murah daging sapi bersubsidi ini,” ujar Mahmudin kepada RB, Senin (10/8) kemarin.
Diungkapkan Mahmudin, pada 2014 lalu gelaran pasar murah daging sapi bersubsidi pihaknya menganggarkan dana sebesar Rp.138.095.238,- untuk daging sapi sebanyak 2,1 ton atau 2.100 kg dengan sasaran RTM penerima se Bateng adalah 1.875 KK yang sebelumnya telah didata melalui RT/RW disinkronkan di desa/kelurahan. “Tahun 2014, RTM yang menerima ada yang 1 kg namun sebagian ada juga yang 2 kg daging sapi per KK, sesuai dengan kebutuhan, jumlah anggota keluarga dan data yang diterima sebelumnya,” ujarnya.
Lanjut Mahmudin, pada tahun 2015 ini akibat dampak merosotnya perekonomian yang juga berimbas pada permintaan masyarakat kategori RTM, daging sapi murah pun mengalami permintaan signifikan. Bahkan RTM yang terdata saat ini, ada sebanyak kurang lebih 6.700 KK kategori RTM se Bateng. “Menjelang hari raya Idul Fitri 1436 H atau 2015 baru-baru ini, dianggarkan dana Rp 700 juta untuk pengadaan 5 ton daging sapi yang dibagi dalam 5.000 paket diperuntukkan bagi 5.000 KK kriteria RTM tersebar di 6 Kecamatan se Bateng. Sedangkan di tahun 2016 nanti, kita mengusulkan agar 6.700 RTM yang terdata semuanya terakomodir dan mendapatkan daging sapi murah atau bersubsidi menjelang hari raya,” jelasnya.
Adapun untuk harga daging sapi murah awalnya disubsidi 50% dari harga pasaran berkisar Rp 120 ribu hingga Rp 140 ribu. Sehingga SK Penetapan awal harga daging subsidi adalah Rp 70 ribu. “Namun setelah SK awal dengan harga daging sapi Rp 70 ribu/kg yang diajukan ke Pak Bupati (Erzaldi-red) itu, dirasakan beliau dengan kondisi perekonomian saat ini dinilai masih kemahalan. Sehingga subsidi harga ditambahkan lagi oleh beliau, hinggga menjadi harga Rp 40 ribu saja untuk perkilogram daging sapi subsidinya,”tandas Mahmudin.
Sementara Bupati Bateng, H. Erzaldi Rosman, MM berharap, dengan program operasi pasar peternakan dengan menjual daging sapi murah bersubsidi yang didistribusikan bagi masyarakat RTM di setiap desa tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. “Jadi, program pasar murah daging sapi bersubsidi tersebut kita gelar sebagai wujud kepedulian Pemda Bateng kepada masyarakat kurang mampu menjelang hari raya,” tegas H. Erzaldi.
Sementara, Kardi (52) tokoh masyarakat Kecamatan Lubuk Besar mengapresiasi operasi pasar peternakan daging sapi murah tersebut. Dikatakannya, jika program ini adalah program mewah yang pro rakyat dan bentuk kepedulian Pemda Bateng terhadap warga dengan kategori RTM.
“Program pasar murah daging sapi bersubsidi seharga Rp 40 ribu/kg ini sangatlah positif, bahkan mungkin satu-satunya terobosan program mewah pro rakyat yang dilakukan oleh Pemkab Bateng dan tidak ada di kabupaten atau daerah lainnya. Maka dari itu, kami berharap agar program tersebut tetap dijadikan agenda rutin tahunan dengan kuota yang ditambah lagi sehingga setiap keluarga yang terkategori RTM se Bateng ini dapat merasakan manfaatnya secara merata,” harap Kardi.(rb)