Profesi Guru Masih Dipandang Sebelah Mata

by -

>70 Tahun PGRI, Nasib Guru Jauh dari Sejahtera

PANGKALPINANG – Rabu (25/11) hari ini, usia Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) tepat menginjak 70 tahun. Namun bukan kisah baru, nasib guru banyak diantaranya masih jauh dari kesan sejahtera. Terutama bagi mereka yang masih menyandang status guru honorer.
Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Subandri Husin menilai sudah selayaknya jasa-jasa guru dihargai dengan yang namanya Kesejahteraan. Terlebih selama ini, banyak yang masih memandang rendah profesi guru.
“Kita berharap, gurunya berkualitas dan anak didiknya juga berkualitas. Terkadang, jasa-jasa guru masih dipandang sebelah mata. Padahal, profesi guru sebagai pendidik justru menjadi landasan akhlak dan kecerdasan yang dimiliki anak didik. Orangtua, masyarakat, seharusnya mempunyai hubungan emosional yang kuat dengan para guru,” tegasnya kepada sejumlah wartawan, Selasa (24/11).

Di HUT PGRI ini juga Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu berharap agar para ” pahlawan tanda jasa” ini bisa menjalankan perannya dengan sebaik-baik mungkin. “Kita prihatin, sekarang anak didik masuk dalam kategori kenakalan remaja. Zaman saya, guru itu ada kepuasan, ketika anak didik pintar dan berakhlak baik. Bukan hanya kecerdasan, tapi moralitas juga harus dibentuk dengan baik. Apa gunanya cerdas tapi tidak bermoral, Itu lebih bahaya,” imbuhnya.

Untuk itu, Subandri meminta kepada pemerintah lebih memperhatikan nasib guru-guru honor dan guru di daerah terpencil.

” Guru honorer,  ada honor tapi hanya sedikit. Kesejahteraan guru harus diperhatikan. Bila sejahtera, tentu  semangat guru makin bertambah untuk mendidik. Semoga dengan hari guru kali ini, tenaga pendidik sejahtera dan anak didik yang dibina mampu menjadi anak didik yang cerdas dan berakhlak baik,” pungkasnya. (Fiz