Program Agro Solution PT Pusri Kurangi Ketergantungan Petani Terhadap Pupuk Subsidi

by -
Program Agro Solution PT Pusri Kurangi Ketergantungan Petani Terhadap Pupuk Subsidi
Usai penanaman bibit kopi, Dirut PT Pusri Palembang Indonesia bersama Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung mengangkat topi tanda semangat optimis.

belitongekspres.co.id, KELAPA KAMPIT – Direktur Utama PT Pusri Palembang Indonesia, Tri Wahyudi Saleh menyatakan PT Pusri secara berkelanjutan menghasilkan pupuk spesialisasi per komoditi. Hal ini sejalan dengan slogan PT Pusri yakni Apapun Tanamannya, Pusri Pupuknya.

“Kita sedang membuat NPK per cluster tanaman. Maka kita punya slogan apapun tanamannya, pusri pupuknya,” ujar Tri kepada Belitong Ekspres seusai launching Program Agro Solution di Desa Mayang, Selasa (12/22) kemarin.

Spesialisasi per komoditi yang digarap PT Pusri sudah menghasilkan berbagai jenis pupuk NPK per kluster tanaman. Seperti NPK singkong, NPK nanas, NPK lada dan NPK kopi. Beberapa diantaranya sudah diujicobakan dengan konsep Agro Solution seperti NPK kopi di pulau Belitung.

“Jadi kami sudah menyiapkan NPK singkong yang diujicobakan di Kabupaten Pati, kami juga ujicoba di Lampung Selatan dan Tengah. Cukup bagus demplotnya, dari semula 20 ton per hektar bisa menjadi 40 ton per hektar,” kata Tri.

Khusus di Pulau Belitung, komoditi yang mulai diminati petani adalah kopi dan lada. Karenanya, PT Pusri berkomitmen melalui MoU yang dikerjasamakan dengan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk membantu petani melalui pupuk spesialisasi komoditi.

“Di sini (Belitung) kita lihat ada lada dan kopi. Di Lampung, kopi sudah ada, di Lahat juga dicoba, kita sedang buat spesialisasi. Saya berjanji dengan pak Wagub, ada potensi lada dan nanas. Lahan bagus, temperatur bagus jadi saya bilang kalau selama ini hanya pariwisata kenapa kita tidak buat agro wisata,” jelas Tri.

Dia menegaskan, Program Agro Solution yang dilaksanakan PT Pusri melalui spesialisasi per komoditi juga dimaksudkan agar petani tidak bergantung pada pupuk subsidi. Sebab pupuk NPK yang diproduksi PT Pusri lebih berfokus pada komoditi tertentu sehingga hasilnya pun jauh lebih maksimal.

“Intinya kita tidak membiasakan petani bergantung pada subsidi. Kita tingkatkan produksi, kalau bisa berkali lipat nilai tambah. Produksi meningkat, kesejahteraan meningkat dan pendapatan meningkat. Jadi jangan tergantung subsidi,” harapnya.

Sementara itu, anggota DPD RI asal Bangka Belitung Darmansyah Husein yang turut hadir dalam launching Program Agro Solution PT Pusri menyatakan kerjasama perusahaan BUMN perlu lebih sering dilaksanakan. Seperti PT Pusri yang dikenal sebagai perusahaan pupuk dengan Pemerintah Provinsi dan petani.

“Saya mendukung (program agro solution), sebab di masa Covid salah satu tumpuan untuk merecovery perekonomian Indonesia dari sektor pertanian. Petani kan tidak bikin kumpul-kumpul, keramaian tapi masuk hutan, badan jadi sehat,” kata Darmansyah.

Sebagai utusan daerah, Darmansyah berjanji akan menyampaikan ke pemerintah pusat agar upaya membangkitkan sektor pertanian melalui spesialisasi per komoditi perlu didukung. “Inovasi perlu dikembangkan, kita coba seperti ini. Kemampuan dan kemajuan suatu daerah ditentukan oleh inovasi manusianya. Beltim ini otak-otak inovator banyak ada disini. Otak itulah perlu kita rangsang, kita pupuk seperti di bidang pertanian. Bagaimana penanaman, pemeliharaan, pengolahan hasil produksi dan pemasarannya,” ungkapnya.

Darmansyah juga melihat PT Pusri jauh lebih baik saat ini dengan program agro solution yang menghasilkan produktifitas tinggi bagi komoditi. Apalagi PT Pusri telah mengembangkan pupuk non subsidi dengan spesialisasi per komoditi.

“Jangan hanya hidup dari subsisi pemerintah. Hanya memproduksi pupuk subsidi tapi tidak bersaing dengan produk lain. Sekarang mulai launching pupuk tidak bersubsidi, jadi eksisnya sebuah BUMN, bukan karena makan subsidi, tidak hebat tapi mampu bersaing dengan produk lain secara komersial,” tukasnya. (msi)