Program EBISILA Mudahkan Pelayanan Aminduk di Belitung

by -
Program EBISILA Mudahkan Pelayanan Aminduk di Belitung

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Penerapan protokol kesehatan menjadi salah satu prioritas saat memberikan pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk) pada saat mulai dibukanya New Normal di Kabupaten Belitung. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Belitung Robert Horison.

“Dalam memberikan pelayanan, kita tetap mengutamakan protokol kesehatan. Jadi, kepada masyarakat yang datang kita minta untuk mencuci tangan di tempat yang sudah kita siapkan dan wajib memakai masker,” kata Robert Horison kepada Belitong Ekspres.

Dikatakannya, dari sisi layanan Dukcapil juga akan menerapkan sistem antrian sehingga tidak ada penumpukan di dalam ruangan. Selain itu, pada Bulan Juli ini Dukcapil akan meluncurkan satu sistem pelayanan untuk masyarakat di Kabupaten Belitung.

“Kalau secara Nasional ada Dukcapil online yang mana bisa diakses melalui gadget lantas, kalau di Belitung kita akan membuat program Elektronik Belitung Sistem Kependudukan Masyarakat (EBISILA) dan dalam waktu dekat ini akan segera kita launching,” katanya.

Robert Horison melanjutkan dengan sistem EBISILA tersebut masyarakat tidak perlu lagi datang ke Dukcapil tinggal mendownload aplikasi kemudian mengikuti prosedur dan mengisi data yang diperlukan.

“Menyambut New Normal kita sudah menyiapkan aplikasi tersebut insyaallah akan launching dalam waktu dekat ini. Aplikasi tersebut sudah mencakup seluruh pelayanan kependudukan sehingga memudahkan masyarakat di Belitung. Jadi, mereka tinggal mengambil berkas atau dokumen saja saat datang ke Dukcapil,” jelasnya.

Maka dari itu, pada tanggal 1 Juli 2020 Dukcapil Kabupaten sudah memberikan dua pelayanan pertama layanan secara manual dan melalui aplikasi.

“Saya juga ingin menyampaikan juga kepada masyarakat, bahwa mulai 1 Juli, sesuai petunjuk dari Permendagri bahwa layanan kita sudah tidak lagi menggunakan blangko tetapi cukup menggunakan kertas HVS,” sambungnya.

Jadi kata Robert Horison, kalau sebelumnya menggunakan kertas hologram maka mulai 1 Juli 2020 tidak digunakan lagi dan tidak perlu dilegalisir sehingga akan memudahkan masyarakat.

“Untuk dipahami jika, dokumen yang sudah ditanda tangaini secara elektronik maka sudah tidak memerlukan legalisir. Lantas, untuk mengetahui keabsahannya bisa dilakukan dengan alat scanner. Oleh sebab itu, setiap lembaga layanan lain harus mempunyai alat scanner,” tukasnya.

Ditambahkannya, ada perubahan untuk waktu jam pelayanan di Dukcapil dimana waktu pelayanan dibagi menjadi dua yakni mulai dari pukul 08.00 WIB sampai jam 11.00 WIB. Kemudian dilanjutkan pada pukul 13.30 WIB sampai pukul 15.00 WIB.

“Beda antara jam pelayanan dengan jam kantor. Kalau jam kantor kita tetap sampai sore. Lantas, untuk waktu antrian sendiri tidak kita batasi dalam artian jika waktu pelayanan sudah selesai maka bisa dilanjutkan pada esok harinya,” tutupnya Robert. (rez)

Editor: Yudiansyah