Program Erzaldi Dinilai Paling Konkrit Targetkan 50 Ribu Lapangan Kerja

by -
utama-edisi-05-januari-2017-erzaldi
Erzaldi saat berkampanye di Pangkalpinang, Rabu (4/1/2016), kemarin.

ERZALDI Rosman Djohan memang calon gubernur yang menguasai masalah di Bangka Belitung (Babel). Salah satu programnya yang menarik perhatian publik baru-baru ini adalah tentang targetnya menciptakan 50 ribu lapangan kerja baru di Babel.

Dan hal itu dia sampaikan di sela-sela berkampanye di Pangkalpinang, Rabu (4/1/2016), kemarin. Di tempat kelahirannya itu, Erzaldi banyak mendapat keluhan warga. Beberapa keluhan itu antara lain terkait sulitnya mencari lapangan kerja, tingginya harga sembako, masalah banjir, pengadaan tempat sampah yang belum memadai, hingga terkait biaya pendidikan yang masih terasa berat.

Mendengar keluhan itu, calon gubernur nomor urut 4 itu langsung sigap menjawab seraya memberikan solusi. Meski begitu, satu hal yang mendapat soroton khusus oleh Erzaldi adalah tentang masalah pengangguran di Babel.  “Jumlah pengangguran terus mengalami peningkatan. Masyarakat kita makin kesulitan mencari lapangan kerja. Ini masalah serius yang harus segera diatasi. Sebab, bagaimana masyarakat bisa membiayai kebutuhan rumah tangga bila tidak bekerja,” tutur Erzaldi.

Apa yang disampaikan Erzaldi itu merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) merilis jumlah pengangguran di Babel naik sebesar 9.157 orang dari 32,736 orang pada Agustus 2014 menjadi 41.893 pada Agustus 2015. Karena itu, Erzaldi berjanji bila ia terpilih jadi Gubernur akan menargerkan 50.000 lapangan kerja baru di Babel.

“Urusan lapangan kerja itu urusan pokok. Karenanya, kami menargetkan buka 50 ribu lapangan kerja baru di Babel,” tambah Erzaldi.

Untuk menciptakan jumlah lapangan kerja itu, Erzaldi akan menggarap sektor UMKM dan pertanian. Berbagai konsep dan rencana taktis sudah disiapkan Erzaldi terkait hal itu.

Selain masalah lapangan kerja, Erzaldi juga menyoroti masalah sembako yang mahal. Adalah Marwani, salah seorang ibu rumah tangga yang mendadak mengeluh kepada Erzaldi.  “Ini Pak Erzaldi, masalah sembako di Pangkalpinang ini mahal Pak. Saya harap dan minta tolong agar nanti harga dapat lebih ringankan bagi kami, apalagi saat lebaran,” tutur Mawarni.

Apa yang dikeluhkan Marwani ternyata benar adanya. Pangkalpinang dan Tanjungpandan merupakan  kota dengan tingkat inflasi antara 1-5 tertinggi Indonesia. Hal tersebut yang menyebabkan harga kebutuhan sehari-hari meningkat.  Namun, Erzaldi juga memiliki solusi untuk menangani masalah tersebut. Salah satunya dengan penataan pasar tradisional menjadi lebih bersih dan nyaman. Selain itu juga Erzaldi akan membuat sarana dan prasarana yang memadai untuk distribusi bahan kebutuhan.

“Pak Erzaldi sangat menyentuh hati saya. Tidak hanya dari visi misinya yang luar biasa, solusi yang diberikan juga sangat tepat, juga dari pengampaiannya yang menarik membuat saya kagum dengan sosoknya,” tutur warga Kampung Kramat, Pangkal Pinang, Sunarya.

Keluhan lain juga diungkapkan oleh Kalu, ibu rumah tangga di RT.5 Kampung Kramat. “Pak Erzaldi, jika hujan rumah kami banjir. Bagaimana caranya mengatasi itu pak. Juga sampah dekat rumah juga bau sekali, saya sangat terganggung dan belum ada penanganan hingga kini,” tutur Kalu.

Mendengar hal tersebut, Erzaldi ternyata sudah siap memberikan solusi. Solusi tersebut merupakan hasil pengalamannya ketika menjadi Bupati Bangka Tengah. Untuk mengatasi banjir di Pangkalpinang, beberapa waktu lalu Erzaldi telah menyiapkan lahan kurang lebih 10 hektar di wilayah Pedindang. Namun, hal tersebut Erzaldi rasa masih belum cukup, karena untuk mengatasi banjir di Pangkalpinang kabupaten dan kota harus duduk bersama membahas hal tersebut yaitu, Bangka Tengah, Bangka Induk, dan Pangkalpinang.

“Banjir di Pangkalpinang sangat berpengaruh bagi banyak masyarakat. Oleh karena itu, penanganan yang serius harus segera dilakukan. Salah satu dengan melakukan kordinasi tiga wilayah yaitu Bangka Tengah, Bangka Induk, dan Pangkalpinang,” tutur calon Gubernur yang pernah menyabet 40 lebih penghargaan bergengsi itu.(tim)